TEBANG PILIH: Pleno penetapan hasil pemilu 2019 di Gedung PKPRI, Sabtu (10/8). Duta.co/Istimewa

PAMEKASAN | duta.co– Ketua Forum Wartawan Pamekasan (FWP), Dedy Priyanto mengaku sangat prihatin atas sikap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pamekasan yang pilih-pilih media dalam hal pemberitaan.

Dedy mengingatkan agar KPU tidak tebang pilih dalam memberikan informasi lantaran dalam pleno penetapan hasil pemilu 2019, KPU hanya mengundang sebagian kelompok profesi wartawan yang ada di Kabupaten Pamekasan.

“Kami merasa ada diskriminasi media dalam setiap kegiatan KPU, tidak hanya dalam rapat pleno penetapan hasil pemilu saja seperti ini, tapi juga di acara-acara yang lain,” ungkap Dedy, Sabtu (10/8)

Kontributor MNC Group Pamekasan ini menambahkan, jika Forum yang dipimpinnya itu terdiri dari berbagai media baik elektronik seperti dirinya, cetak maupun online.

Selain itu ia menyebutkan, media ibarat pedagang, yang dijual oleh perusahaan pers berupa informasi yang terjadi untuk disampaikan kepada masyarakat.

“Di Pamekasan ini ada beberapa kelompok atau forum wartawan, ada yang nasional dan ada yang lokal. Jadi kalau mau mengundang kelompok lokal jangan hanya satu kelompok saja tapi yang lain juga, jangan pilih-pilih dalam memberi setiap informasi untuk menjadi bahan pemberitaan di media, jangan-jangan ada sesuatu dengan KPU Pamekasan ini,” tandasny.

Perlu diketahui, di Kabupaten Pamekasan ada 2 forum profesi wartawan yang diakui oleh Pemkab Pamekasan, salah satunya FWP yang tidak pernah diundang setiap kegiatan KPU Pamekasan.

Lebih lanjut, Ketua FWP mengatakan, dana sebesar Rp. 20 juta dalam acara pleno penetapan itu untuk dibuat apa saja hingga KPU hanya mengundang sebagian kelompok media saja.

“Dalam pleno penetapan itu dana yang disiapkan KPU sebesar Rp. 20 juta, kok hanya sebagian saja yang diundang, apa media yang lain ndak perlu pemberitaan itu?,” kata Dedy. bib