ZOOM. Ning Ita saat memberikan pengarahan dengan Zoom Meeting. Optimis Kota Mojokerto Raih Penghargaan Swasti Saba Wistara. (DUTA.CO/YUSUF W)

MOJOKERTO | duta.co – Kota Mojokerto telah meraih Swasti Saba Padapa dan Swasti Saba Wiwerda pada ajang bergengsi Kabupaten/Kota Sehat (KKS) nasional. Kini kota onde-onde ini tengah mempersiapkan segala sesuatunya untuk naik kasta tertinggi dengan merebut penghargaan sebagai predikat Kota Sehat Swasti Saba Wistara.

Dalam rangka tersebut, Rabu (16/4/2025) Pemkot Mojokerto menyelenggarakan Pembinaan dan Pendampingan Program Kota Sehat, Persiapan Penilaian Tingkat Nasional Tahun 2025 di Ruang Pertemuan Sabha Mandala Madya, Kantor Pemkot Mojokerto, Jalan Gajah Mada No. 145.

Agenda yang dihadiri Plh Sekda Kota Mojokerto Rachmi Widjajati, Kepala Dinkes PPKB Farida Mariana M.Kes, Ketua Forum Kota Mojokerto Sehat Riani, camat dan lurah se-Kota Mojokerto ini menghadirkan narasumber Analis Kebijakan Ahli Muda Kemendagri Inez Ayu Dhamiera dan Direktur Kesehatan Lingkungan Kemenkes.

Wali Kota Mojokerto Ning Ita, yang hadir melalui Zoom Meeting karena sedang dinas luar, mengatakan bahwa awarding yang diberikan kepada Kota Mojokerto setiap tahun, baik tingkat provinsi maupun nasional, sejatinya sudah merupakan progres positif dari tahun 2016 hingga 2019. Kemudian sempat ketidakhadiran di tahun 2020 dan 2021. Dan tahun 2022 mengalami penurunan.

“Nah, tentu ini menjadi perhatian bagi saya ketika itu bahwa tahun 2022 ke atas progresnya harus mengalami peningkatan secara signifikan karena sejatinya ketika mendapatkan posisi yang sama dengan tahun kemarin sudah menjadi orang yang merugi, apalagi mengalami penurunan dari tahun sebelumnya,” ujarnya.

Maka dari itu, lanjutnya, capaian Kota Sehat yang sudah didapat harus dipertahankan, bahkan ditingkatkan.

“Khususnya kalau sembilan tatanan tahun sebelumnya belum berhasil, saya tahu bahwa untuk mewujudkan itu bukanlah hal yang mudah. Tetapi kita harus optimis,” tandasnya.

Menurutnya, jika semua sinergi, bergerak bersama, dan punya tanggung jawab yang sama, maka dapat diwujudkan.

“Maka pada kesempatan ini mari kita samakan persepsi bahwa ini bukan hanya sekedar awarding penghargaan piala dalam rangka mengikuti lomba, tidak. Tetapi, penilaian Kota Sehat adalah wujud bahwa kita benar-benar berkontribusi untuk mewujudkan berbagai tatanan memiliki sektor kehidupan di kota kita adalah kota yang sehat memenuhi standar,” tegasnya.

Dalam arahannya, Ning Ita juga mengapresiasi kekompakan dan kolaborasi lintas sektor yang telah terjalin selama ini dalam mendukung terwujudnya Kota Sehat.

Menurutnya, capaian Kota Mojokerto dalam program ini tidak lepas dari sinergi pentahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dunia usaha, hingga media.

“Terima kasih atas kekompakan semuanya. Keterlibatan stakeholder dan masyarakat dari tingkat kota, kecamatan, hingga kelurahan, sangat kami apresiasi,” tuturnya.

Pada tahun 2023 lalu, Kota Mojokerto berhasil meraih penghargaan Swasti Saba Padapa dari Kementerian Kesehatan RI dengan memenuhi 9 tatanan Kota Sehat.

Tahun ini, Pemkot Mojokerto kembali bersiap untuk mengikuti penilaian dengan 9 tatanan dan 146 indikator.

Ning Ita pun optimis, dengan kerja sama dan komitmen semua pihak, Kota Mojokerto bisa meraih predikat tertinggi, yakni Swasti Saba Wistara.

“Semoga tahun ini kita bisa meraih Swasti Saba Wistara,” harapnya. (ywd)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry