
MOJOKERTO | duta.co –– KUKM (Koperasi dan Usaha Kecil Menengah) Expo 2025 Jawa Timur digelar di Royal Plaza Surabaya (lantai ground), Kamis (31/7/2025).
Expo yang dibuka oleh Sekdaprov Jatim, Adhi Karyono, A. K. S., M. A. P., ini diikuti 64 booth (stan) dari Kab/Kota se-Jatim dan OPD di lingkungan Pemprov.
Pada KUKM Expo Jawa Timur kali ini, Kota Mojokerto terpilih sebagai City of Charm. Hal ini menunjukkan bahwa Kota Mojokerto memiliki daya tarik khusus yang ingin ditunjukkan dalam pameran tersebut.
Pada kesempatan tersebut, Kota Mojokerto memamerkan dan menjual alas kaki, batik dan produk turunannya, makanan, dan minuman buatan UMKM Kota Mojokerto.
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam sambutannya sebagai City of Charm menyampaikan, Kota mojokerto adalah sebuah kota kecil dengan luas hanya 20,48 km², terdiri dari tiga kecamatan dan 18 kelurahan.
“Kami tidak memiliki sumber daya alam yang potensial, sehingga denyut nadi perekonomian kami didominasi oleh UMKM dengan ekonomi kreatif sebagai lokomotif penggeraknya,” ujarnya.
Sosok yang akrab disapa Ning Ita ini juga menyampaikan, Kota Mojokerto memiliki Panca Cita, yaitu misi Kota Mojokerto yang sudah selaras dengan misi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto maupun Misi Nawa Bhakti Satya Gubenur Jatim Khofifah IndarParawansa.
“Panca Cita ini juga mencakup ekonomi, tepatnya yaitu Cita ke tiga. Panca Cita ini adalah jembatan untuk menuju visi besar Kota Mojokerto yaitu Terwujudnya Kota Mojokerto Maju, Berdaya Saing, Berkarakter, Sejahtera, dan Berkelanjutan,” tuturnya.
Ning Ita menuturkan, perjalanan ekonomi Kota Mojokerto tidak selalu mulus. Pada tahun 2023, Kota Mojokerto menghadapi tantangan berat, dimana pertumbuhan ekonomi Kota Mojokerto mengalami penurunan sebesar 2,79% akibat tutupnya tiga pabrik rokok di Kota Mojokerto.
“Namun, berkat kerja keras, inovasi, dan ketangguhan para pelaku UMKM serta dukungan seluruh pihak, kami berhasil bangkit. Pada tahun 2024, perekonomian Kota Mojokerto melesat dengan pertumbuhan sebesar 5,32%,” tuturnya.
Kebangkitan ini ditopang oleh kekuatan sektor-sektor unggulan yang didominasi oleh sektor perdagangan dengan kontribusi terbesar mencapai 30,62%. Diikuti oleh sektor lainnya sebesar 21,43%, sektor informasi dan komunikasi sebesar 13,07%, sektor konstruksi sebesar 9,59%, industri pengolahan sebesar 9,33%, jasa keuangan dan asuransi sebesar 8,16%, dan sektor penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 7,80%.
“Saat ini Kota Mojokerto memiliki 27.939 UMKM dengan komposisi 27.621 skala mikro, 288 skala kecil, dan 48 skala menengah. Bidang usahanya terdiri dari 483 agribisnis, 220 otomotif, 11.086 perdagangan, 15 pendidikan, 2.555 fashion, 8.819 kuliner, 204 teknologi internet, dan 4.557 jasa. Sebanyak 19.101 UMKM sudah ber-NIB,” jelasnya.
Sedangkan Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kota Mojokerto, Ani Wijaya, menuturkan, produk sepatu, batik, dan fashion batik buah karya UMKM Kota Mojokerto yang dipamerkan dan dijual di KUKM Expo 2025 Jatim laris manis.
“Sepatu, batik, dan fashion batik sangat laris, sehingga Diskopukmperindag meminta UMKM segera mengirim tambahan produk-produk tersebut,” katanya.(ywd)





































