Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

SURABAYA | duta.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menampik adanya informasi mengenai Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang berniat memberlakukan lockdown, atau menutup diri.

Kabar pembatasan akses masuk dan keluar Kota Malang itu, dipastikan Khofifah tidak benar. “Lockdown enggak, saya sudah konfirmasi sendiri, komunikasikan tidak benar ada lockdown di malang. Beliau (wali kota) sudah klarifikasi,” ujar Khofifah di Gedung Negara Grahadi, Senin 16 Maret 2020.

Sebelumnya dikabarkan, Wali Kota Malang Sutiaji mengeluarkan kebijakan pembatasan untuk kegiatan yang menghadirkan banyak massa. Ia menyebut, untuk agenda yang menghadirkan massa melebihi 30 orang sementara waktu akan ditunda.

Pihaknya juga bakal melakukan pengawasan sesuai standard oprasional untuk meminimalisir penyebaran virus corona. Bahkan, pihaknya juga berencana menutup tempat hiburan malam dan rekreasi dalam kurun waktu 14 hari mendatang.

Tidak hanya itu, pembatasan akses keluar masuk Kota Malang rencananya juga bakal diberlakukan. Alasannya, Pemkot Malang tidak mengetahui apakah orang-orang yang masuk membawa virus corona atau tidak.

120 Ruang Isolasi

Mantan menteri sosial itu sendiri memastikan telah menambah 120 ruang isolasi. Rinciannya 20 ruang baru di RSUD Dr Soetomo, dan 100 kamar lainnya di gedung baru yang terletak di RSJ Menur.

Penambahan ruang kapasitas ini melengkapi 44 rumah sakit rujukan. Yakni terdiri dari tiga rumah sakit rujukan utama milik Pemprov Jatim, dan satu rumah sakit rujukan utama.

“Sakerang sudah (RSJ Menur) mulai di sekat-sekat. Ini antisipasi, semua harus merasa aman di ruangan standarisasi. Kita tidak ingin ada penyebaran,” tegasnya.

Selain menambah ruang isolasi, Khofifah juga menyebut, akan menambah ventilator sebagai standar penanganan Orang Dalam Pemantauan (ODP). zal

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry