PENGHARGAAN : Wali Kota Kediri Mas Abu bersama piagam penghargaan diterima (duta.co/Humas)

KEDIRI | duta.co -Penghargaan diraih Kota Kediri masuk dalam 10 besar terbaik perencanaan, capaian dan inovasi tingkat kota dalam Penghargaan Pembangunan Daerah 2019. Kota Kediri menjadi salah satu kota dengan pembangunan daerah terbaik di Indonesia.

Piagam penghargaan tersebut diraih oleh Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2019 bertempat di Ballroom Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis kemarin.

Disampaikan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, dengan meraih penghargaan ini artinya pemerintah pusat menilai capaian pembangunan, kualitas perencanaan dan inovasi di Kota Kediri bagus.

“Jadi Penghargaan Pembangunan Daerah ini kita sudah menang di tingkat provinsi. Terus diadu lagi di tingkat nasional dan Alhamdulillah masuk dalam sepuluh besar,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Mas Abu mengatakan program-program di Kota Kediri telah berjalan dengan baik.

“Ini akan menghasilkan out come yang bagus, khususnya peningkatan indeks pembangunan manusia. Kemudian pembangunan yang merata di Kota Kediri akan menurunkan indeks gini sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang merata pula.  Semua itu tentunya tidak lepas dari perencanaan pembangunan yang baik dan inovasi Pemerintah Daerah Kota Kediri,” jelasnya.

Mas Abu berharap kedepan Kota Kediri akan lebih baik lagi dengan perencanaan dan pembangunan yang bagus. Serta inovasi-inovasi yang terus ada dan berjalan. Maka kesejahteraan masyarakat kedepan akan terwujud dengan baik.

Sementara itu, Kepala Barenlitang Kota Kediri Edi Darmasto mengungkapkan untuk capaian pembangunan kiat-kiatnya adalah program-program Pemerintah Kota Kediri harus berjalan ekonomis, efektif dan efisien. Untuk mencapai sasaran pembangunan yang dinilai, antara lain pertumbuhan ekonomi, tingkat pengangguran terbuka, pemerataan pembangunan, IPM, dsb.

“Nah program-programnya itu harus terpadu untuk mencapai hasil pembangunan yang baik. Selain itu juga harus dilakukan evaluasi pengendalian Walikota yang dibantu Barenlitbang. Itu akan lebih cepat mencapai sasaran pembangunan,” jelasnya.

Edi menambahkan dalam Penghargaan Pembangunan Daerah ini penilaiannya dilakukan tahunan oleh Bappenas. Kedepan, Kota Kediri akan lebih giat dan kreatif lagi dalam melaksanakan program-program.

Untuk diketahui ada beberapa kriteria yang dinilai dalam penghargaan ini. Pertama , capaian pembangunan dengan bobot 40%. Kedua , kualitas dokumen RKPD dengan bobot 20%. Ketiga , proses penyusunan dokumen RKPD dengan bobot 20%. Keempat , inovasi dengan bobot 20%. (nng)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.