MALANG | duta.co – Danrem 083/Bdj, Kolonel Inf Irwan Subekti, memimpin pencanangan pembangunan zona integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) di lingkungan Korem 083/Bdj yang diikuti Kasrem 083/Bdj, Para Kasi, para Pasi, para perwira, Bintara, tamtama dan PNS Makorem 083/Bdj bertempat di Aula Makorem 083/Bdj Jl Bromo No 17 Kota Malang, Kamis (8/4).

Kolonel Inf Irwan Subekti dalam sambutannya menyampaikan, Zona Integritas (ZI) merupakan sebutan atau predikat yang diberikan kepada kementerian, lembaga dan pemerintah daerah yang pimpinan dan jajarannya mempunyai niat (komitmen) untuk mewujudkan WBK dan WBBM melalui upaya pencegahan korupsi, reformasi birokrasi dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, dan penguatan akuntabilitas kinerja.

Sedang Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) adalah predikat yang diberikan kepada suatu unit kerja yang memenuhi sebagian besar manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan pengawasan, penguatan akuntabilitas kinerja, dan penguatan kualitas pelayanan publik.

“Pada hari ini saya mencanangkan pembangunan Zona Integritas Satker Korem 083/Bdj menuju WBK dan WBBM,” Kata Danrem.

Dalam rangka mewujudkan proses reformasi birokrasi Korem 083/Bdj yang profesional harus terus dioptimalkan dengan karakteristik adaptif, berintegritas, berkinerja tinggi, bebas dan bersih KKN serta mampu melayani publik secara netral serta berdedikasi.

Lebih lanjut, Danrem 083/Bdj mengatakan, penerapan pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju WBK dan WBBM adalah salah satu formulasi yang tepat untuk meningkatkan wibawa dan citra TNI, disamping itu Korem 083/Bdj terus berupaya memenuhi unsur indikator penunjang yaitu rekrutmen prajurit secara terbuka, mekanisme pengaduan masyarakat, pengukuran kinerja individu dan keterbukaan informasi publik dimana itu semua menjadi output dari birokrasi yang efektif, efisien, bersih dan bersifat melayani.

Mengakhiri sambutannya, Irwan Subekti mengingatkan, bahwa pencanangan pembangunan zona integritas ini tidak hanya berhenti setelah terwujudnya “Wilayah Bebas KKN” saja lalu semuanya mengendur, akan tetapi tetap harus dijaga kelestariannya dan diwariskan kepada para penerus dibawah. (Penrem 083/Bdj)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry