SIDOARJO | duta.co – Kabar terbaru korban ambruknya gedung musholla Pondok Pesantren Al Khoziny yang dilarikan ke RSUD RT Notopuro Sidoarjo per pukul 10.48 WIB, terdata 40 orang Rinciannya 38 luka dan 2 meninggal dunia. Dari total korban luka, 8 di antaranya masih dirawat, sisanya boleh pulang.

Ada 2 korban meninggal (baru) di rumah sakit RSUD, atas nama Mochammad Mashudul Haq (14 tahun) warga Kali Kendal Dukuh Pakis Surabaya, dan Muhammad Soleh (22 tahun) asal Bangka Belitung. Masih menurut sumber duta.co, korban meninggal pertama adalah Mohammad Alfian Ibrahim asal Kali Anyar yang wafat di RSI Siti Hajar. Dengan demikian ada 3 santri yang gugur dalam musibah ini.

“Yang jelas kita benar-benar berkabung. Apalagi kabar baru masih ada 7 orang yang sedang dievakuasi, mereka terjebak dalam reruntuhan. Semoga Allah SWT. memberi keselamatan. Begitu juga korban lain, semoga Allah SWT memberikan kesabaran dan ketabahan,” demikian disampaikan sumber duta.co di lokasi Selasa, (30/9/25).

Jumlah korban meninggal pun menjadi tiga santri. Berdasarkan data yang dihimpun hingga Selasa (30/9/2025) per pukul 08.00 WIB, total ada 98 santri menjadi korban dalam peristiwa ini. Dokter Atok Irawan Direktur Utama RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo menyebut masih ada 1 (lagi) pasien yang statusnya ada di zona merah. Ini masih dirawat di IGD. “Tinggal satu ini yang di zona merah IGD. Yang tadi dua meninggal barusan,” katanya pagi ini dengan nada lirih dikutip wartawan.

Ia memastikan rumah sakit siap menampung pasien, ada penambahan perawat untuk jaga. Termasuk dokter bedah yang dikirim ke tempat evakuasi. “Dokter bedah yang kita kirim ke TKP untuk bedah dua orang, anestesi satu orang, kemudian juga ada standby di sini juga dan dokter bedah dua orang tadi malam standby di sini perawatan juga demikian,” imbuhnya.

Dengan demikian, per Selasa (30/9/2025) pukul 10.48 WIB, total ada 98 orang yang menjadi korban ambruknya gedung musala Pondok Pesantren Al Khoziny Sidoarjo. Rinciannya 52 orang dirawat di Siti hajar, satu meninggal dunia. Kemudian 40 orang  di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo. Jadi tiga di antaranya meninggal dunia. Serta 6 orang lainnya masih dirawat di Rumah Sakit Delta Surya. “Diperkirakan masih 7 santri dalam reruntuhan,” tambah sumber tadi dengan tetesan air mata.

Gubernur Khofifah Tanggung Seluruh Biaya

Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyatakan, seluruh biaya layanan kesehatan bagi santri korban runtuhnya gedung mushola Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo ditanggung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

“Seluruh biaya jika itu dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) akan ditanggung Pemkab Sidoarjo, sementara untuk biaya layanan kesehatan lain termasuk biaya rumah sakit swasta ditanggung oleh Pemprov Jatim,” kata Gubernur Jatim Khofifah saat mengunjungi lokasi runtuhnya bangunan mushola Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Selasa (30/9/2025) dini hari.

Pihaknya tidak ingin keluarga korban yang tertimpa musibah terbebani oleh biaya layanan kesehatan. Menurutnya, pihak Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim telah melakukan koordinasi dengan semua pihak rumah sakit yang menjadi rujukan pasien korban kejadian tersebut guna menyelesaikan biaya layanan kesehatan seluruh santri yang menjadi korban. Adapun ketiga rumah sakit yang menjadi rujukan tersebut adalah RSUD Sidoarjo, RS Islam Siti Hajar, serta RS Delta Surya Sidoarjo. (loe)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry