(ki-ka) M Ghofirin, Pembina  Kopma Unusa, Bagus dari Dinas Koperasi Kota Surabaya,  Fachri Ketua Kopma Unusa, Abd.  Karim selaku ketua Kopindo Jatim usai acara. DUTA/istimewa

 

SURABAYA – Koperasi mahasiswa (Kopma) mempunyai peran penting bagi mahasiswa, baik bagi anggota maupun non anggota. Manfaat kopma bagi non anggota antara lain mempermudah mahasiswa mendapatkan barang-barang yang diperlukan selama berada di lingkungan kampus, tanpa perlu jauh-jauh keluar kampus karena barang yang mereka butuhkan telah tersedia di koperasi. Hal itulah membuat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menjadikan Kopma Unusa selalu digelorakan kepada seluruh mahasiswa.

Tujuan utama dari koperasi adalah mensejahterakan anggotanya, bukan meraup keuntungan yang sebesar-besarnya. Jika demikian yang terjadi, maka hal inilah yang dinamakan “Koperasi yang Dikapitalisasi”. Dalam berkoperasi, seharusnya tidak ada orang yang mempunyai kepentingan pribadi di koperasi. Anggota saling bekerjasama, bergotong-royong untuk memajukan koperasi tentunya sesuai dengan job description masing-masing anggota dari kerjasama inilah yang nantinya akan memunculkan rasa memiliki terhadap koperasi dan rasa kekeluargaan yang semakin erat ibarat “buih dan lautan” yang tak terpisahkan.

Di sela-sela acara Rapat Anggota Tahunan Koperasi Mahasiswa Unusa di Kafe Fastron Tower Unusa, Sabtu (18/3)pembina Kopma Unusa  Moh. Ghofirin, M.Pd mengatakan Kopma Unusa ke depan akan menjadi kopma yang mampu menjadi laboratorium wirausaha, sekaligus belajar mengelola organisasi bagi mahasiswa. Hal ini sejalan dengan visi misi Unusa dalam mewujudkan generasi entrepreneurship yang rahmatan lil alamin.

“Kepada pengurus yang baru saja terpilih Dan mendapatkan legalitas berupa badan hukum koperasi, saya berharap dapat meningkatkan 4 aspek sebagai pilar koperasi, yaitu aspek organisasi, aspek administrasi, aspek usaha Dan aspek keuangan. Organisasi harus baik, administrasi harus tertib, usaha harus visible Dan profitable, keuangan harus tercukupi,” ungkapnya.

Amirul Fachri Al-Faruq mengungkapkan, tantangan KOPMA yang dihadapi belakangan ini karena harus memanajemen antara waktu kuliah dan belajar berwirausaha. Harapan ke depannya, universitas terus mendorong dengan memberikan ladang atau tempat untuk Kopma Unusa untuk menciptakan laboraturium perkoperasian dan kewirausahaan kampus. Tantangan KOPMA Unusa ke depannya menyadarkan mahasiswa-mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya bahwa koperasi adalah ladang dan laboraturium mahasiswa untuk berwirausaha. Kesadaran akan hal ini yang belum didapatkan oleh mahasiswa Unusa. Selain itu, untuk merealisasi visi dan misi Unusa sendiri untuk menciptakan mahasiswa yang punya jiwa entrepenuer yang rahmatan lil ‘alamin. dengan berhasilnnya KOPMA Unusa melakukan kegiatan Rapat Anggota Tahunan (RAT). Semoga kesadaran kawan-kawan mahasiswa Unusa untuk berkoperasi semakin besar,” jelas mahasiswa Prodi S1 Manajemen angkatan 2014 yang sekaligus pernah menjabat sebagai Ketua KOPMA Unusa tersebut. (end)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry