KONTES : Para juara kontes nasional Ayam Hias berhak trophy Wali Kota Kediri (Muhamad Mahbub / duta.co)

KEDIRI | duta.co – Indonesian Fancy Pigeon Cummunity atau Tim Komunitas Merpati dan Ayam Hias berada di wilayah Kediri dan Blitar, mengelar Kontes Nasional Merpati dan Ayam Hias Kediri 2019, bertempat di Halaman Tirtayasa Park Kota Kediri pada Minggu (20/10).

Disampaikan Hendrik Agus, selaku ketua panitia, acara ini untuk mempersatukan semua komunitas yang ada di Indonesia bertema silaturahmi. Hadir dalam acara ini, Jhon Masiv dari APAH pusat, iFPC dan perwakilan Pemerintah Kota Kediri, dengan memperebutkan Trophy Wali Kota Kediri dan uang hadiah total 30 juta.

Meski acara sempat mundur, jadwal utama sebenarnya dibarengkan Hari Jadi Kota Kediri. Namun ratusan peserta di sejumlah daerah di Indonesia, turut ambil bagian dari sejumlah kelas yang dilombakan.

“Rencana kita kontes ini digelar pada Hari Jadi Kota Kediri kemarin, namun karena kurang siapnya panitia, akhirnya mundur dan baru dilaksanakan hari ini,” ucap Nency Hendrix.

Terdapat 19 kelas jenis ayam dan 47 kelas merpati diperlombakan dalam kontes nasional ini. “Peserta terhitung hingga hari ini ditutup pendaftaran, peserta kelas ayam sekitar 250 ekor, sedangkan kelas  merpati diikuti 700 ekor” terangnya.

Peserta Kontes Membludak

KONTES : Penjurian merpati peserta kontes nasional (Muhamad Mahbub / duta.co)

Tim juri diantaranya dari Mojokerto, Jakarta, Kediri hingga dari Negara Filipina akhirnya memutuskan. Untuk kontes ayam, juara utama diraih Alrizal dari Sidoarjo kelas American Silky, disusul juara kedua Ipok untuk kelas Croos Hamburg dan juara ketiga diraih Naura Fram untuk kelas Brahma Betina.

“Resepnya simpel, kita cari ayam yang original. Intinya kalau kita merawat dengan perasaan serta benar, Insya Allah ayam yang jelek pun bisa menjadi bagus,” terang Ali Sadikin, sang pemilik ayam warna putih.

Untuk juara utama merpati, diraih Budi Santoso untuk kelas Nourwich Crooper dengan nilai 40, Showking dari Naura Fram dengan nilai 34 dan Dimas juara tiga dengan kelas Mof Satintette dengan nilai 32.

“Perawatan untuk Nourwich Crooper agak sulit dan perawatannya harus super. Tips untuk merawat pada minum dan makanan. Harus diperhatikan suhu udaranya, tidak terlalu panas atau dingin,” jelas Windhi, warga Desa Doko Kecamatan Ngasem.

Sejumlah peserta yang hadir mengaku puas atas penyelenggaraan ini dan berharap bisa dijadikan agenda resmi. Seperti disampaikan Hendrawinta, merupakan peserta dari Jambi Sumatera. Mengaku termotivasi mengikuti acara ini selain ingin bersilahturahim dengan komunitas lainnya.

“Wadah silahturahim, kemudian bisa bertukar pengalaman dengan peserta kontes lainnya. Namun, saya pribadi salut dengan penyelenggaraan acara ini, salut untuk panitia dari iFPC,” ucapnya. (bub/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry