Founder PT Teknindo Geosistem Unggul, IrWahyu . Kuswanda (tengah) menyerahkan potongan tumpeng disaksikan Komisaris dan Direksi saat ulang tahun ke-25 beberapa waktu lalu. DUTA/ist
SURABAYA  | duta.co – Tidak semua perusahaan mampu bertahan menghadapi banyak kondisi yang tidak mengenakkan. Konsistensi menjadi salah satu kunci untuk bisa bertahan itu.
Salah satunya PT Teknindo Geosistem Unggul. Perusahaan kontraktor spesialis perbaikan tanah di Surabaya ini mampu bertahan hingga usia 25 tahun.
Founder PT Teknindo Geosistem Unggul, Wahyu P Kuswanda memaparkan awal mula berdirinya Perusahaannya itu.
Saat itu, dirinya menjadi karyawan Techniques GeoSystem Sdn. Bhd., salah satu kontraktor perbaikan tanah asal Malaysia yang sedang mengerjakan Proyek Reklamasi Perumahan Laguna View (sekarang bernama Perumahan Pakuwon City) pada 1995 lalu.
Namun, saat ada kebijakan pemerintah yang mengharuskan perusahaan asing harus merangkul perusahaan dalam negeri. Dirinya pun diberikan kepercayaan untuk membangun perusahaan dan join operation dengan pihak Techniques GeoSystem Sdn. Bhd.
“Saat itu saya ditugaskan untuk mewakili perusahaan Indonesia. Hingga akhirnya saya ditawarkan untuk mendirikan perusahaan sendiri dan join operation dengan Techniques GeoSystem Sdn. Bhd.,” kata Wahyu .
Wahyu menjelaskan, nama Teknindo Geosistem Unggul sendiri di ambil dari nama Techniques GeoSystem Sdn. Bhd. Sedangkan kata Unggul ditambahkan oleh Departemen Kehakiman saat itu.
“Pada saat pengajuan, saya memberikan nama PT Teknindo Geosistem. Namun saat itu, nama perusahaan harus mengandung 3 kata, sehingga oleh Departemen Kehakiman ditambahkan kata Unggul. Dan Alhamdulillah unggul beneran sampai saat ini,” sambung Wahyu.
Sejak berdiri pada 3 Desember 1996 itu memiliki kisah perjalanan yang panjang, mulai dari krisis ekonomi pada 1998 hingga pendemi Covid-19 di 2020.
Pada 1997-1998, Indonesia memasuki fase krisis moneter pada saat lengsernya Presiden Soeharto yang membuat semua proyek kontraktor melambat di Indonesia. Sehingga sebagian besar perusahaan kontraktor di Indonesia banting setir membangun perusahaan baru.
Termasuk juga perusahaan PT Teknindo Geosistem Unggul, perusahaan yang masih cukup belia berusia satu tahun itu harus mengalami dampak krisis ekonomi. Namun, Wahyu tetap konsisten, komitmen dan berkeyakinan untuk terus mengembangkan perusahaannya. Sehingga pada 1999 perusahaannya dipercayai untuk membangun proyek Bendungan Manggar di Balikpapan.
“Pada saat krisis ekonomi itu, semua teman-teman pengusaha banyak yang banting setir membangun usaha-usaha baru. Akan tetapi, saya tetap konsisten, tetap berusaha di bidang perbaikan tanah dan tidak berpindah-pindah,” ujarnya.
Begitu juga, di fase krisis ekonomi diera pandemi Covid-19 ini, Wahyu  tetap konsisten dan terus berusaha mengembangkan perusahaannya di bidang keahliannya.
“Saya sering kali bercerita, bahwa membangun usaha tidak harus bermodalkan uang besar. Yang paling penting adalah modal kepercayaan” tuturnya. ril/end
Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry