KONGKRES : Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (kanan) bersama Presiden Direktur Indika Energy Tbk Arsjad Rasjid (tengah) menyapa para kader HMI ketika usai menjadi pembicara pada seminar bertema "Investasi Dalam Roadmap Kebangkitan dan Kedaulatan Ekonomi Nasional Pasca Pandemi Covid-19" di Surabaya, Jawa Timur, Kamis (18/3/2020). DUTA/ist

SURABAYA | duta.co  – Mahasiswa yang tergabung dalam  Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) harus bisa menjadi pengusaha yang bisa memiliki dana besar untuk bisa membantu negara.

Hal tersebut diungkapkan dua pembicara  Arsjad Rasjid dan Bahlil Lahadalia dalam seminar yang digelar pada acara Kongres XXXI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Surabaya, Kamis (18/3/2021).

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia di hadapan para peserta itu mengatakan kader HMI tidak boleh menjadi orang yang biasa-biasa saja. Kader HMI harus bisa menjadi pengusaha. Dengan menjadi pengusaha, menjadi leader yang memiliki jaringan, maka akan memiliki dana atau capital besar.

“Dengan capital yang besar itu, maka bisa menjadi jalan untuk masuk dunia politik dan menjadi wakil rakyat. Kalau jadi wakil rakyat maka bisa menyuarakan aspirasi masyarakat agar nantinya semua sejahtera. Kalau kader HMI jadi orang yang biasa-biasa saja, mana suaranya ada yang mendengar,” ujar Bahlil.

Bahlil menyontohkan, kader muda HMI Mufti Anam. Mufti yang seorang pengusaha itu, akhirnya bisa menjadi Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Timur. Dari sana, Mufti bisa melangkah ke dunia politik dengan menjadi wakil rakyat. “Dengan menjadi wakil rakyat, aspirasinya bisa didengar,” tandasnya.

Sementara itu, Presiden Direktur Indika Energy Tbk Arsjad Rasjid juga menegaskan mahasiswa yang tergabung dalam HMI ini adalah para masa depan bangsa. Mereka adalah generasi muda yang akan membawa pemimpin di masa depan. “Jadi mereka perlu didukung dan dimotivasi agar bisa menjadi pemimpin bangsa masa depan,” tukasnya.

Dalam kesempatan itu, Arsjad memberikan pencerahan para peserta kongres untuk memikirkan profesi lain selain menjadi pekerja dan politisi. “Pikirkan untuk bisa jadi pengusaha. Karena dengan menjadi pengusaha, kita akan mampu menciptakan lapangan kerja. itu sangat membantu bangsa untuk meningkatkan perekonomian,” tandasnya.

Kongres ini diharapkan bisa digelar dengan aman di tengah pandemi Covid-19. Sehingga bisa dihasilkan sesuatu yang bermanfaat terutama dalam memilih ketua umum. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry