Moh Abid Umar Faruq alias Gus Abid (kiri) bersama Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut ) | zal

SURABAYA| duta.co – Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor memutuskan untuk menunjuk karteker, untuk meneruskan tugas menyiapkan Konfrensi wilayah (Konferwil) GP Ansor Jatim.  Artinya, tidak ada perpanjangan SK penunjukan Moh Abid Umar Faruq alias Gus Abid sebagai ketua PW GP Ansor Jatim.

“Terkait dengan masa khidmat Gus Abid yang sudah selesai, PP dengan mempertimbangkan beberapa hal dan tentu saja memberikan apresiasi yang tinggi kepada kepemimpinan Gus Abid selama menjadi ketua PW, kami memutuskan Jatim untuk dilakukan karteker, bukan penunjukan ketua lagi,” papar Ketua Umum PP GP Ansor, Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut saat menghadiri buka puasa bersama dan silaturahim dengan kader Ansor se-Jatim di Hotel Elmi Surabaya, Minggu (2/6/2019).

Menurut Gus Yaqut, akan menjadi preseden yang tidak baik bagi organisasi jika masa berakhir penunjukan kemudian dilanjutkan penunjukan ulang. Apalagi Ansor Jatim sudah tiga kali penunjukan ketua. Dua sebelumnya yakni Sholahul Aam Notobuwono alias Gus Aam dan Rudi Triwahid.

Ditunjuk sebagai ketua karteker yakni Abdul Hakam Aqso (salah satu ketua PP Ansor) dengan sekretaris Mujiburrohman (ketua PP Ansor Korwil Jateng).

Sedangkan anggota karteker di antaranya Gus Abid, Gus Aam (ketua PP Korwil Jatim), Mochamad Nur Arifin (bupati Trenggalek/sekretaris di kepemimpinan Gus Abid).

Karteker, lanjut Gus Yaqut, akan berakhir sejalan dengan pelaksanaan Konferwil paling lambat akhir Juli 2019. “PP menjamin akan berada di tengah-tengah, karena kita ini beda biasa. Siapapun yang akan jadi ketua nanti juga biasa, semuanya kader dan punya niat yang sama untuk membesarkan organisasi,” ucap Gus Yaqut.

Setelah diputuskan karteker, Gus Abid diminta segera menyerahkan salinan SK PAC-PAC ke PC-PC yang PAC-nya di-SK-kan. “Kemudian menyerahkan dokumen SK PAC kepada PP, bisa melalui saya bisa melalui ketua karteker nanti,” jelasnya.

Keputusan karteker ini, papar Gus Yaqut, juga ada konsekuensi yang harus terima. Salah satunya, karteker tidak memiliki kewenangan untuk menerbitkan SK PAC.

“Jadi sahabat-sahabat sekalian yang PC dan PAC-nya belum mendapatkan SK, mohon bersabar menunggu kepengurusan yang baru terbentuk. Ini konsekuensi karteker,” tandasnya.

Berikutnya, karteker hanya bertugas untuk menyiapkan pelaksanaan Konferwil. Artinya akan ada akreditasi ulang baik PC maupun PAC, tidak otomatis yang sudah memiliki SK langsung bisa mempunyai hak suara.

“Karteker juga tidak memiliki hak suara, tidak bisa memilih salah satu dari kandidat. Jadi jangan khawatir, pasti netral,” katanya.

“Nanti saya akan tugaskan secara khusus Korwil dan Kasatkornas yang kebetulan domisilinya di Jatim, untuk secara ketat mengawasi kerja karteker supaya benar sesuai dengan apa yang kita harapkan, dan tidak ada main-main,” tandasnya.

Sebelumnya, Gus Abid akan mengajukan perpanjangan SK penunjukan untuk menggelar Konferwil usai lebaran, setelah gagal menggelar forum tertinggi di PW Jatim tersebut tepat waktu sesuai amanat SK Nomor IV/02/PP/SK-01/XII/2018 tertanggal 3 Desember 2018 yang berakhir 30 Juni 2019. (zal)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.