Dekan FK Unusa, Dr dr Handayani. DUTA/ist

SURABAYA | duta.co – Fakultas Kedokteran Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) juga sudah mulai menerapkan kuliah offline (luring) sejak Senin (6/9/2021). Ini dilakukan karena kondisi sudah mulai kondusif dan Surabaya masuk PPKM level 2.

Mahasiswa yang kuliah  luring ini untuk Dokter Muda (DM) 1 dan 2 yang berjumlah 98 orang. Mereka saat ini menempuh kuliah praktik di rumah sakit di berbagai bagian.

Rumah Sakit yang menjadi lokasi praktik adalah RSI Surabaya Ahmad Yani, Jemursari dan RS Haji.

Dekan FK Unusa, Dr dr Handayani mengatakan kuliah luring di RS ini tetap berbeda dengan sebelum pandemi. Pihak kampus harus memikirkan banyak hal demi keselamatan semuanya.

“Memang jam praktik di rumah sakit ini tidak selama ketika sebelum pandemi, tapi kami berharap ini cukup untuk memberikan skill dan pengalaman sebagai bekal untuk DM FK Unusa agar lulus sebagai dokter yg profesional Rahmatan lil Alamin,” jelas dr Handayani, Rabu (8/9/2021).

Sebelum menggelar praktik luring di RS ini, pihak FK Unusa juga harus mengatur banyak hal. Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi para mahasiswa.

Info Lebiih Lengkap Buka Website Resmi Unusa

Yakni harus sudah vaksin Covid-19, bersedia untuk luring dan mendapat izin orang tua, kondisi sehat, PCR negatif saat awal masuk luring,  swab antigen negatif setiap pindah stase, mengikuti prokes sesuai ketentuan rumah sakit. Harus mematuhi 5M baik di lingkungan rumah sakit, di kampus, maupun di rumah/kos. “Juga harus menerapkan gaya hidup sehat dan menjaga imunitas tubuh,” tukas Handayani.

Secara umum DM diharapkan bisa 100 persen bisa kuliah luring karena bertujuan melatih skill agar menjadi dokter yang profesional. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry