
SURABAYA | duta.co – Komunitas Pendaki U-50 Jawa Timur terus menggencarkan eksistensi kegiatan hiking sekaligus memperkuat aksi bakti sosial dan penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan. Komunitas yang mewadahi para pendaki usia 50 tahun ke atas ini menjadikan aktivitas alam terbuka bukan sekadar olahraga, tetapi juga sarana menjaga kesehatan, mempererat persahabatan, serta berkontribusi nyata bagi kelestarian alam.
Ofisial sekaligus pendiri Pendaki U-50, Sigit Panji (53), mengatakan komunitas ini dibentuk bersama lima orang ofisial lain sebagai wadah bagi para pendaki yang memasuki usia emas. Meski menyasar usia 50 tahun ke atas, komunitas ini juga membuka ruang bagi usia 45 tahun ke atas sebagai bagian dari “ring satu”.
“Prinsipnya, kegiatan kami tidak berat-berat. Lebih ke pendakian gunung yang ramah usia, kegiatan outdoor, dan penanaman pohon terutama di kawasan hutan gundul. Tujuannya sehat bersama, bernostalgia, dan menikmati kebersamaan di usia golden age,” ujar Sigit, yang berdomisili di Jakarta.
Dalam kurun waktu satu tahun sembilan bulan, Pendaki U-50 telah berkembang pesat. Secara nasional, jumlah anggotanya mencapai sekitar 61.500 orang, termasuk warga negara Indonesia di luar negeri seperti Hong Kong, Taiwan, Jepang, Malaysia, hingga Eropa. Untuk komunikasi, grup WhatsApp pusat menampung sekitar 570 anggota dan dibagi menjadi dua grup agar tetap efektif.
Sementara itu, Ketua Pendaki U-50 Jawa Timur, Mei Siswanti (55), menyebut komunitas di wilayahnya kini telah memiliki lebih dari 200 anggota yang tersebar di berbagai daerah. Pada pertemuan terbaru, pengurus membahas Rencana Anggaran Kerja (RAK) 2026, pembentukan panitia anniversary Pendaki U-50, serta rangkaian kegiatan bakti sosial.
“Ke depan ada pendakian ke Gunung Argopuro sekitar 12 atau 14 Mei, kemudian penanaman pohon, bakti sosial, dan saat Ramadan biasanya pembagian takjil di kawasan depan Kantor Gubernur Jawa Timur,” jelas Mei.Minggu,(25/1/2026).
Sejak berdiri pada 2024, Pendaki U-50 Jawa Timur telah mencatat sejumlah pendakian bersama, di antaranya Gunung Arjuna-Welirang dan Gunung Wilis . Meski usia tak lagi muda, semangat para anggota tetap tinggi dalam menjaga kebugaran sekaligus berkontribusi bagi lingkungan.
“Harapan kami, Pendaki U-50 semakin maju, semakin eksis, dan makin banyak kegiatan sosial. Karena U-50 bukan hanya soal mendaki, tapi juga berbagi,” pungkas Mei. (gal)






































