SURABAYA | duta.co — Mahasiswa merupakan kaum terpelajar. Dengan status tersebut, diperlukan kesadaran untuk membaca, guna menjaga tradisi keilmuan. Dalam membangun kesadaran itu, munculah inisiatif membuat lapak baca di lingkungan kampus. Itulah yang dilakukan komunitas baca ‘KH Mas Mansur’.

“Saya salut kepada mahasiswa yang berusaha memperkuat minat baca. Setidaknya kegiatan ini bisa ikut menjaga tradisi keilmuan kita,” kata Sholihul Huda salah seorang dosen UMSurabaya kepada duta.co, Jumat (9/3/2018).

Berawal dari Gerakan Sadar Membaca (GSM) yang telah dilakukan oleh Hamzah, mahasiswa Studi Agama- Agama (SAA) FAI UMSurabaya dan ide dari beberapa Dosen Studi Agama-Agama ( Wahid Nur Tualeka, Rahmat Yulianto, Mahmud Muhsinin, Sholihul Huda, Maulana Masudi, Mukayat Al Amin) dibuatlah komunitas baca di kalangan mahasiswa.

Perpaduan antara pergerakan mahasiswa dan ide sang dosen inilah yang kemudian muncul KBM (Komunitas Baca Mahasiswa) KH Mas Mansur. Bukan hanya wacana, hal tersebut direalisasikan secara perdana dengan membuat lapak baca pada Kamis (8/3/2018) siang tadi.

Kegiatan ini berlangsung sejak pukul 14.00 siang hingga menjelang asar di Pendopo Gedung F UMSurabaya. “Kita itu kelemahannya di literasi, makanya saya ingin mahasiswa Studi Agama-Agama ini membuat komunitas baca untuk membangun kesadaran mahasiswa”, jelas Wahid Nur Tualeka (Kaprodi SAA).

Menurut Sholikh ( Penasehat KBM KH Mas Mandyr) yang juga menjabat sebagai Ketua PPAIK (Pusat Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan) ini, kampus harus jadi pusat pengembangan keilmuan dan kultur akademik, sehingga perlu membangun kesadaran semua civitas akademik, terutama para mahasiswa dengn membantu mendorong membuat lapak baca di area ‘outdoor’ sebagai pilihan alternatif bagi perpustakaan kampus.

“Dengan gaya lesehan santai di tempat yang teduh pasti menarik minat mahasiswa,” terangnya.

Kegiatan lapak baca ini nantinya akan dijalankan secara istiqomah seminggu sekali. Dan juga akan dilengkapi dengan sarana berupa X-Banner agar mahasiswa yang lalu lalang menjadi tahu dan turut mampir untuk membaca. (hmz)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.