MALANG | duta.co – Komunikasi Sosial (Komsos), merupakan metode pembinaan teritorial yang diselenggarakan dalam rangka memberikan pemahaman dan menyamakan presepsi tentang pemberdayaan wilayah pertahanan kepada segenap komponen bangsa, yang berperan menjembatani perbedaan dalam masyarakat, karena mampu merekatkan kembali sistem sosial masyarakat dalam usahanya melakukan perubahan.

Pasi Komsos Korem 083/Bdj, Mayor Cpl. Joko Istianto, mengikuti kegiatan Vicon dengan Aster Panglima TNI pada kegiatan Komunikasi Sosial TNI dengan komponen masyarakat (lintas agama) di Aula Makorem 083/Bdj, Jl. Bromo no. 17 Kota Malang, Rabu, (15/9/21).

Mayjen Tni Madsuni menyampaikan, menyikapi kondisi saat ini, perkembangan Covid-19 di indonesia sampai dengan saat ini rata-rata secara nasional mengalami penurunan kasus positif dari sebelumnya. Namun, masih ada beberapa daerah yang masih terjadi peningkatan kasus.

Yang pasti, sampai dengan saat ini, pandemi Covid-19 belum dapat dihentikan dan tidak diketahui kapan akan berakhir. Pemerintah terus berupaya menghadapi pandemi ini dengan berbagai strategi penanganan. Penanganan yang ekstra, salah satunya dengan dikeluarkannya kebijakan Pemerintah melalui PPKM mikro, PPKM darurat, PPKM level 4, level 3, level 2 dan level 1.

Dari kebijakan Pemerintah, saat ini sudah membuahkan hasil dengan penurunan tingkat mobilitas masyarakat dan mampu menurunkan tingkat terkonfirmasi masyarakat dari terpaparnya virus Covid-19. Namun, kebijakan pemerintah tanpa didukung seluruh komponen masyarakat, khususnya tokoh keagamaan, tidak akan tercapai tujuan yang diharapkan, yaitu menghentikan penyebaran Covid-19 di masyarakat dan tercapainya herd immunity di Indonesia.

TNI, melalui Staf Teritorial, menyelenggarakan kegiatan Komunikasi Sosial TNI dengan komponen masyarakat 6 lintas agama dengan tujuan menghasilkan berbagai pemikiran yang solutif dan inovatif terkait dengan percepatan penanganan pandemi Covid-19 melalui pendekatan aspek agama.

Untuk itu, dibutuhkan peran aktif tokoh keagamaan dalam rangka membantu pemerintah mempercepat mengatasi pandemi Covid-19, mengingat kesadaran masyarakat akan disiplin prokes saat ini perlu dibangun kesadaran kolektif masyarakat.

Melalui peran serta seluruh komponen masyarakat secara mandiri, melalui leadership tokoh keagamaan yang memiliki peran penting dalam suatu komunitas keagamaan ini diharapkan menjadi teladan dalam menerapkan protokol kesehatan sebagai upaya bersama melawan pandemi Covid-19.

Peran tokoh keagamaan mempunyai peran sentral di masyarakat untuk bersama menghimbau dan mengajak para umat beragama agar mematuhi protokol kesehatan secara disiplin.

“Para undangan dan peserta Komsos TNI yang saya banggakan, kegiatan komunikasi sosial TNI dengan komponen masyarakat lintas agama merupakan bagian dari metode pembinaan teritorial yang memiliki tujuan memelihara komunikasi dan silaturahmi dengan komponen masyarakat lintas agama guna terjalinnya sinergitas dalam mewujudkan ruang, alat dan kondisi juang yang tangguh di era pandemi Covid-19 ini,” jelasnya.

Hal itu, lanjutnya, agar terjalin sinergitas TNI dengan tokoh keagamaan dalam hal percepatan penanganan pandemi Covid-19, sebagaimana tema pada kegiatan komunikasi sosial TNI dengan komponen masyarakat lintas agama kali ini, yakni ‘Melalui Komunikasi Sosial TNI dengan komponen masyarakat lintas agama kita tingkatkan kemanunggalan TNI–Rakyat dalam rangka membantu akselerasi penanganan covid-19’.

“Saya berharap, dengan terselenggaranya kegiatan Komsos TNI dengan komponen masayarakat lintas agama ini, bisa menambah keeratan dan memelihara komunikasi dan silaturahmi guna terjalinnya komunikasi sosial kami selaku TNI dengan komponen masyarakat lintas agama dalam meningkatkan kemanunggalan TNI–rakyat untuk membantu akselerasi penanganan Covid-19,” imbuhnya. (Penrem 083/Bdj)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry