Wakil Ketua KOMPI Surabaya, Mahendra

SURABAYA | duta.co – Sejumlah harapan bagi pengganti Walikota Tri Rismaharini mulai bermunculan. Maklum selama dipimpin Risma, Surabaya menorehkan sejumlah prestasi yang bisa dirasakan langsung masyarakat.

Salah satunya soal pendidikan. Terobosal soal pendidikan gratis dan berkualitas masih diharapkan masyarakat. Menurut Komunitas Peduli Indonesia (KOMPI) Surabaya, pendidikan di surabaya seperti yang diterapkan Risma masih diinginkan masyarakat.

“Karenanya pengganti Risma harus peduli pendidikan,” terang Wakil Ketua KOMPI Surabaya, Mahendra, Minggu (26/5/2019).

KOMPI sendiri telah menjaring beberapa nama yang dinilai memiliki kepedulian di bidang pendidikan. “Dari hasil blusukan Kompi di 14 kecamatan, ada 5 nama yang dinilai peduli pendidikan di Surabaya,” katanya.

Mereka adalah, KH Zahrul Azhar Asad (Gus Hans), Pengasuh Ponpes Queen Alzhar Jombang, sekaligus juru bicara Khofifah Indar parawansa saat beraga di Pilgub Jatim. Dirinya juga Sekjen Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN), bagian dari elemen yang memenangkan Jokowi -Makruf Amin di Pilpres 2019.

“Gus Han adalah pendidik Akhlak yang dibutuhkan bangsa ini. Pandangan beliau membuat paradigma generasi muda dapat kembali menjadi generasi bangsa Indonesia yang guyub, “paparnya.

Ada juga nama Wakil Walikota Wisnu Sakti Buana, yang turut membantu Walikota. Juga Eri Cahyadi yang saat ini menjabat sebagai kepala Bapekko Surabaya.

Selain ketiga nama itu, Kompi memasukkan nama Azrul Ananda dan politisi PSI Dhimas Anugrah. Pengusaha Azrul ananda dinilai memiliki kemampuan enterpreunership yang bagus.

“Ilmu usaha ini perlu ditularkan ke kaum millenial Surabaya,” tambah Mahendra.

Soal komposisi menurutnya bisa saling mengisi, karena masing-masing memiliki kelebihan berbeda. “Saya lihat dari sisi pendidikan, Dhimas paling kuat. Semua nama itu memungkinkan bergabung karena mereka saling melengkapi,”terangnya.

Dhimas Anugrah merupakan Seorang pendidik muda, pemusik handal. Proposal riset tentang kemasyarakatan membawanya untuk gelar doktoral di Oxford University dengan beasiswa penuh. Saat ini menjadi dosen dan pembicara untuk anak – anak muda.

“Untuk Surabaya sendiri cukup dikenal namanya dengan kiprahnya dalam pileg 2019,”tambah Mahendra. zal

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.