PESERTA :  Para peserta lompetisi Robotik Madrasah sedang memamerkan keahlian robot buatannya di  Grand Mall City Surabaya. (duta.co/dok)

SURABAYA | duta.co -Pendidikan Madrasah ditujukan membangun Iandasan bagi berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, kreatif, inovatif, mandiri, percaya diri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab.

Ketua Panitia Kompetisi Robotik Madrasah 2019 Papay Supriatna mengatakan untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan berbagai program yang antara lain adalah dalam bentuk kegiatan kesiswaan.  Kompetisi Robotik Madrasah merupakan ajang kompetisi robot tingkat Madrasah.

“Program ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2015 di Cilandak Town Square Jakarta Selatan, 2016 di Mall of Indonesia, Jakarta Utara, 2017 di ICE (Indonesia Convention Exhibition) Serpong, Banten, 2018 di Depok Town Square, Depok Jawa Barat,” katanya dalam rilisnya.

Papay Supriatna menambahkan pada pelaksanaan tahun kelima ini 2019 diharapkan terjadi peningkatan kualitas dan output yang dihasilkan. Kompetisi Robotik Madrasah merupakan program baru yang menjadi salah satu program unggulan Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama. Program ini diselenggarakan setiap tahun.

“Kompetisi Robotik Madrasah diharapkan memberikan pengaruh signifikan bagi terwujudnya semangat belajar siswa madrasah, khususnya di bidang teknologi, robotika dan otomasi. Sekaligus merangsang siswa-siswi madrasah untuk mempersiapkan diri menghadapi era industri 4.0,” ujarnya.

Tujuannya  jelas Papay Supriatna tercapainya kondisi tersebut di lingkungan pendidikan madrasah memacu siswa dalam meraih prestasi belajar, kreatif, inovatif dan menghasilkan penemuan teknologi baru yang membanggakan.

“Tahun ini, 2019, sebégaimana tahun-tahun sebelumnya, Kompetisi Robotik Madrasah dilaksanakan di mall-mall dan pusat keramaian. Dengan tujuan untuk menunjukkan kepada masyakarat bahwa siswa-siswi madrasah adalah peserta didik yang melek teknologi, tidak ketinggalan zaman dan gaul. Untuk tahun ini, Kompetisi Robotik Madrasah diselenggarakan di  Grand Mall City Surabaya.”

Papay Supriatna menambahkan tema Kompetisi yang diangkat pada tahun ini adalah Robots Save the Earth: Green Energy and Environmental Issues (Robot-Robot Penyelamat Bumi, Energi Hijau dan Isu-isu Lingkungan). Tema ini ingin mengajak siswa-siswi madrasah agar sadar tentang keselamatan bumi dan lingkungan.

Serta mengajak mereka berkreasi untuk menciptakan robot yang turut membantu menyelamatkan bumi dan lingkungan sekitar mereka dari kerusakan. lsu pelestarian lingkungan adalah isu penting yang dihadapi semua negara saat ini. Oleh sebab itu, kompetisi sejatinya ingin mengajak siswa-siswi madrasah sadar akan hal tersebut.

Kompetisi ini diikuti oleh siswa-siswi Madrasah mulai dari jenjang Madrasah lbtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Yang terbagi ke dalam:

  1. Kategori Rancang Bangun Mesin Otomatis untuk semua jenjang, MI, MTs dan MA. Dalam kategori ini, peserta diminta menciptakan robot dengan tema Green Energy and Environmental Issues yang memiliki unsur robotika dan otomasi.
  2. Kategori Robot Pemilah Sampah untuk jenjang MTs. Dalam kategori ini, peserta diminta membuat robot (mobile robot) yang memiliki fungsi untuk .memilah jenis sampah dan meletakkan sampah tersebut di tempat yang sesuai dengan jenisnya.
  3. Kategori Robot Pendeteksi Lingkungan dengan IoT untuk jenjang MA. Dalam kategori ini, peserta diminta membuat robot (mobile robot) yang bertugas mendeteksi lingkungan, seperti temperatur, warna, kelembaban udara dan sebagainya.

Tahun ini, panitia Kompetisi Robotik Madrasah 2019 menyediakan kuota untuk masing-masing jenjang dan masing-masing kategori adalah 30 tim. Sejak dibukanya pendaftaran pada 23 September hingga 21 Oktober 2019, terdapat 335 tim yang mendaftar sebagai peserta dari berbagai daerah di Indonesia seperti Aceh, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Bali, Riau, Nusa Tenggara Barat, Gorontalo, Sumatera Barat, Papua Barat, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Lampung, Bangka Belitung, Sulawesi Selatan, Bali, Jawa Tengah, Banten, dan DI Yogyakarta.

Dan 335 tim yang mendaftar ini kemudian diseleksi oleh tim juri untuk dijadikan sebagai peserta. Seleksi ini telah dilakukan pada 22-24 Oktober 2019 |a|u dengan menghasilkan 30 tim untuk masing-masing jenjang dan kategori. Sehingga total peserta pada kompetisi kali ini adalah 150 tim. (wik)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry