TRENGGALEK | duta.co — Komisi III DPRD Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Imam Basuki, mendukung dan memastikan pembangunan pelabuhan perintis niaga di kawasan Teluk Prigi segera terealisasi tahun 2018 ini. Dia menegaskan, berbagai persiapan pembangunan pelabuhan niaga yang akan dibiayai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur ini sudah dilakukan dan hampir selesai.

Seperti yang diketahui, Pemerintah Kabupaten Trenggalek harus menyediakan lahan dalam proses pembangunan pelabuhan nantinya. Sampai berita ini diturunkan, tahapan yang sudah dilakukan yakni proses pembebasan lahan masyarakat, itu pun sudah hampir selesai.

Menanggapi hal ini, pihaknya mengatakan bahwa proses pembebasan lahan sudah hampir selesai. “Untuk proses pembebasan lahan dengan Badan Pertanahan Nasional berjalan dengan baik untuk finalisasi pengadaan lahan. Sedangkan aksesibilitas terhadap pelaksanaan pelabuhan juga sudah diproses dengan lengkap, sehingga kami berharap cita-cita kita bersama ini bisa terlaksana,” ucapnya, Jumat (10/8/2018).

Politisi asal Gerindra ini juga menegaskan, pembangunan ini nantinya tidak akan mengganggu aktivitas masyarakat maupun nelayan. Mengingat luas pelabuhan ini tidak sebesar pelabuhan Tanjung Perak atau pun pelabuhan-pelabuhan besar lainnya.

Ia meyakinkan kepada masyarakat setempat untuk tidak terlalu khawatir akan dampak yang akan terjadi saat proses pembangunan maupun pasca pembangunan pelabuhan niaga Prigi nantinya.

“Kalau lokasi pembangunan pelabuhannya nanti memang tergolong kecil, yakni kurang dari 1 hektare. Untuk itu pihaknya mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap dampak pembangunan tersebut,” tegasnya.

Kepastian pembangunan pelabuhan ini, kata dia, nantinya akan berlokasi di Pantai Bangkoan Dusun Karanggongso, Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek.

Pihaknya berharap, usai proses negosiasi pembebasan lahan memasuki tahap finalisasi, proses pembangunan akan segera dilakukan.

Jika sebelumnya masyarakat sempat menolak adanya pembangunan pelabuhan niaga ini, namun seiring berjalannya waktu masyarakat sudah mulai menerima dan bisa memahami jika pembangunan pelabuhan niaga ini bisa memberikan dampak yang positif serta mendorong perkembangan pembangunan khususnya di Kabupaten Trenggalek.

“Untuk luas lokasi pembangunan pelabuhan ini hanya 0,8 hektar saja. Dan setelah dilakukan rapat koordinasi kemarin dengan pemilik lahan, sudah tidak ada permasalahan yang berarti. Artinya, pemilik lahan menerima untuk memberikan tanahnya dibangun pelabuhan dengan nilai yang akan diperhitungkan,” pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa dalam proses pembangunan pelabuhan niaga ini dilakukan secara gotong rotong dari pihak Pemkab Trenggalek dengan Pemprov Jatim. Jika Pemkab Trenggalek harus menyediakan lahan untuk lokasi pembangunan, maka Pemrov Jatim yang akan menanggung segala proses pembangunan fisiknya.

Pelabuhan niaga Prigi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempercepat pembangunan di pesisir selatan Pulau Jawa. Pihak Pemerintah Daerah berharap pelayaran di selatan Pulau Jawa untuk jalur distribusi barang bisa lebih baik dan lebih cepat. (mil/ham)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.