Komisi II bersama Dispertahankan dan DPPKA (duta.co/dok)

PROBOLINGGO | duta.co – Komisi II DPRD Kota Probolinggo meminta Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) dan Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset (DPPKA) Kota Probolinggo merevisi anggarannya.

Ketua Komisi II Kota Probolinggo, Sibro Malisi menyebut ada kejanggalan dalam anggaran itu saat rapat pembahasan KUA-PPAS.

Target pendapatan asli daerah (PAD) 2022 terlalu tinggi. Yakni, sebesar Rp1,08 miliar. Padahal, sapi kereman yang dibeli Dispertahankan hanya satu ekor yang harganya hanya sekitar Rp 18 juta.

“Berdasarkan penjualan sapi tahun kemarin, laku Rp 25 juta. Kami berkesimpulan target PAD sapi kereman sebesar Rp1,08 miliar tidak akan tercapai. Makanya kami menyebut target itu tidak realistis,” terangnya dalam rapat pembahasan di Komisi II.

Sibro juga meminta, DPPKA menaikkan PAD restribusi pasar Ikan Mayangan. Mengingat, hasil penghitungan komisi seharusnya PAD –nya sekitar Rp 207 juta. Namun, target yang tertulis di KUA-PPS hanya Rp 35 juta.

“Jika target PAD tidak ditingkatkan atau dinaikkan, kami khawatir nantinya manjadi masalah hukum karena berpotensi kecurangan,” jelasnya.

Ia menambahkan, jumlah pedagang pasar Ikan Mayangan ada 288 orang dan rata-rata setiap hari berjualan. Sedang besaran retribusi Rp 2 ribu setiap pedagang per hari. Jika diasumsikan mereka berjualan 25 hari dalam satu bulan, maka PAD yang didapat sebesar Rp207 juta.

Menanggapi hal tersebut, Plt Kadispertahankan  Aries Santoso menyebut memang ada kesalahan dalam anggaran itu. Data yang digunakan adalah data tahun lalu yang tentunya tidak sesuai dengan tahun ini. Pihaknya akan mengusulkan agar segera dirubah.

Sedangkan Kabid Pendapatan DPPKA, Slamet menyebut, target retribusi pasar ikan Mayangan tahun ini (2021) Rp 39 juta. Sampai Juli kemarin, PAD yang didapat sebesar Rp20,62 juta atau 52,53 persen. Soal target 200 juta lebih Slamet menyebut, tidak mungkin tercapai.

Slamet kemudian merinci hitungan yang disampaikan Komisi II. Dikatakan, ketua komisi meminta penghitungan disesuaikan dengan kondisi lapangan, apalagi saat ini masih pandemi covid 19. Penghitungannya, jumlah pedagang 200 orang, bukan 288 orang. Sedangkan rata-rata pembayaran retribusi hanya 20 hari karena Jumat libur.

“Dari perhitungan tersebut, akhirnya diketahui pendapatan retribusi dalam sebulan sebesar Rp 8 juta hasil perkalian 4 ribu orang dikalikan besaran retribusi Rp 2 ribu. Jika dalam setahun jumlahnya tidak 12 bulan, tetapi diambil terendah menjadi 8 bulan, maka penghasilannya Rp 64 juta dalam satu tahun. Hingga saat ini  pendapatan retribusi yang masuk ke kita Rp 39 juta lebih. Kalau targetnya Rp 64 juta, insyaAllah terpenuhi,” tandasnya. hul

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry