WALI KOTA bersama almarhum Wawali. Kini kursi wakil wali kota masih kosong (duta.co/kom)

PROBOLINGGO | duta.co – Komisi I DPRD Kota Probolinggo menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Probolinggo.

RDP tersebut dilakukan untuk membahas kosongnya 7 jabatan Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Probolinggo.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, 7 jabatan tersebut kosong akibat meninggalnya beberapa pejabat akibat Covid-19 dan juga pejabat yang disanksi disiplin berat karena kasus.

Ketua Komisi I DPRD Kota Probolinggo, Mocahmmad Jalal meminta kepada pihak BKPSDM untuk segera mengisi kembali 7 posisi kepala OPD yang saat ini kosong dan digantikan Plt.

“Tujuh OPD tanpa pejabat definitif itu perlu segera diisi. Sebab, dikhawatirkan ada kebijakan-kebijakan yang sifatnya strategis dan penting tidak bisa dilakukan oleh Plt. Pemilihan Plt dari sekretaris sudah tepat karena sekretaris OPD ini adalah orang nomor 2 setelah kepala OPD,” ujar Jalal.

 Menanggapi hal tersebut, Kepala BKPSDM Kota Probolinggo Gogol Sudjarwo mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan sekitar 42 pejabat eselon III yang pantas untuk diseleksi dan ditunjuk menjadi pengganti pejabat eselon II yang baru.

Berdasarkan pengamatan Gogol, ke-42 pejabat  eselon III itu memang cocok untuk naik jabatan. Gogol sendiri menegaskan, sejak Desember 2020, pihaknya telah datang ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) melaporkan mengenai kekosongan 5 pejabat eselon II. Namun di akhir tahun 2 pejabat kembali meninggal, pihaknya pun menambahkan kedua nama almarhum.

“Rencananya, akan dilakukan proses mutasi terlebih dahulu. Setelah mutasi selesai, jabatan kepala OPD yang kosong itu yang dilakukan proses asesmen. Baik proses mutasi dan asesmen untuk eselon II harus dilaporkan ke KASN.”

Setelah mendengar penjelasan tersebut, Ketua Komisi I, Jalal meminta BKPSDM melakukan pemilihan dengan cermat dan lebih selektif lagi.

“Memilih kepala OPD tidak hanya dari kemampuan dan kapasitasnya, tapi juga loyalitas kepada atasan dalam hal ini wali kota menonaktifkan beberapa pejabat karena bermasalah dengan loyalitas,” tandasnya. hul

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry