
SURABAYA | duta.co – Komisi C DPRD Jawa Timur mendukung dan mengapresiasi kinerja APH (Aparat Penegak Hukum) yang telah bekerja keras menyelesaikan masalah keuangan Bank Jatim terkait BIFast dan Kredit Fiktif senilai Rp 569,4 miliar di Cabang Jakarta.
“Komisi C sudah menggelar rapat, sepakat mendukung bahkan mengapresiasi kerja keras APH terkait BIFast dan Kredit Fiktif di Cabang Jakarta. Komisi C juga merekomendasikan kepada Gubernur Jatim untuk segera menyelenggarakan RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) Luar Biasa,” demikian disampaikan M Hartono, anggota DPRD Jatim kepada duta.co, Rabu, (9/4/25).
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk atau Bank Jatim sendiri kabarnya akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tutup Buku 2024, hari Kamis, 24 April 2025. Kini, kinerja Bank Jatim terus menjadi sorotan publik usai bank BUMD milik Pemprov Jatim itu dihantam dugaan skandal kredit fiktif Rp569,4 miliar di Cabang Jakarta.
Menurut politisi asal Partai Gerindra ini, persoalan yang melilit Bank Jatim sekarang sangatlah serius. Karena itu RUPS Luar Biasa nanti harus membahas dan memutuskan persoalan tersebut. “Seluruh jajaran Komisaris dan Direksi Bank Jatim harus bertanggungjawab terhadap temuan itu. Dan RUPS Luar Biasa nanti harus mengganti seluruh jajaran Komisaris dan Direksi Bank Jatim,” terangnya.
Ditanya soal proses rekrutmen yang selama ini cenderung politis, Hartono tidak kuasa menampik. Karena itu, Komisi C menekankan agar proses rekrutmen Komisaris dan Direksi Bank Jatim berikutnya — baik di Pusat maupun Cabang — dilakukan secara transparan, akuntable, dan memberikan kesempatan kepada pegawai internal Bank Jatim yang capable atau berprestasi. “Ini penting, agar Bank Jatim benar-benar sehat,” urainya.
Seperti diberitakan, kasus dugaan skandal kredit fiktif menghantam Bank Jatim, kali ini terjadi di Cabang Jakarta dengan nilai uang yang diselewengkan mencapai Rp 569,4 miliar. Sedikitnya 4 orang ditetapkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta sebagai tersangka. Yakni Kepala Bank Jatim Cabang Jakarta, Benny (BN); Pemilik PT Inti Daya Group, Bun Sentoso (BS); Direktur PT Inti Daya Rekapratama, Agus Dianto Mulia (ADM); dan karyawan BS, Fitri Kristian. (mky)





































