SURABAYA | duta.co – Komandan Pangkalan Utama TNI AL V (Danlantamal V), Laksamana Pertama TNI Edwin S.H M.Han, menghadiri Safari Operasi dan Pengamanan Wilayah Timur oleh Asisten Pengamanan (Aspam) Kasal dan Asisten Operasi (Asops) Kasal di Gedung Graha Samudra Bumi Moro, Surabaya, Selasa (2/4).

Aspam Kasal dalam arahannya mengatakan, kebocoran informasi operasi harus dihindari dan dijaga. TNI AL memiliki perangkat canggih untuk mendeteksi hal tersebut. Kemudian, Aspam mengingatkan untuk terus hati-hati dengan narkoba, bahaya media sosial, pengamanan markas, atau alutsista harus ditingkatkan.

“Disamping memiliki perangkat canggih, kita juga harus menjaga dan menghindari kebocoran informasi,” jelas Aspam Kasal.

Setiap pelaksanaan operasi, lanjutnya, harus menggunakan data inteljen yang benar, agar informasi akurat. Berkaitan dengan Pemilu 2019, TNI harus menjaga netralitasnya. netral adalah harga mati dan harus tegak lurus dengan pemerintah komando atas.

“Kemudian waspadai potensi aksi teror menjelang pemilu dan Potensi kerawanan di wilayah TNI AL. Harus diwaspadai termasuk pelarangan pemasangan APK pemilu dan TPS di lokasi perumahan dinas TNI AL,” imbuhnya.

Berkaitan dengan Narkoba, sudah ditetapkan sebagai musuh bersama. Sehingga, harus dihindari dan dicegah peredarannya. Narkotika adalah zat yang bersifat alamiah, sintetis, maupun semi sintetis yang menimbulkan efek penurunan kesadaran, halusinasi, serta daya rangsang.

Menurut UU Narkotika pasal 1 ayat 1 menyatakan, bahwa, narkotika merupakan zat buatan atau pun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan.

Peredaran dan dampak narkoba saat ini sudah sangat meresahkan. Mudahnya mendapat bahan berbahaya tersebut membuat penggunanya semakin meningkat. Tak kenal jenis kelamin, dan usia, semua orang berisiko mengalami kecanduan jika sudah mencicipi zat berbahaya ini.

Sementara itu, Asops Kasal dalam arahannya membahas beberapa poin berkaitan dengan Interaksi dengan negara luar. Sebagai perwira, harus bisa memberikan keteladanan kepada prajurit. Kecelakaan operasi latihan harus diminimalkan dengan menaati SOP yang telah ditetapkan mengingat masih adanya alutsista yang lama.

Safari Ops dan Pam kali ini diikuti seluruh Perwira Korps Pelaut Wilayah Timur. Tampak hadiri Dankodiklatal, Gubernur AAL, Kas Koarmada II, Danguskamla Koarmada ll, Danguspurla Koarmada ll, Komandan STTAL, Wadan Kodiklatal, para Direktur Kodiklatal, Dirdokkodiklatal, Asintel Danlantamal V, Aspotmar Danlantamal V, Asop Danlantamal V dan pejabat lainnya. (nzm/and)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.