JOMBANG | duta.co – Pernah terpikir ingin punya ternak domba sendiri, tapi bingung karena tidak ada lahan dan waktu untuk merawatnya? Kendala seperti ini sering dialami masyarakat yang tinggal di perkotaan namun tertarik masuk ke dunia peternakan. Berangkat dari persoalan tersebut, TernakPark Wonosalam di Jombang menawarkan solusi praktis lewat program titip ternak berkonsep farm from home.

Lewat skema ini, masyarakat bisa membeli atau menitipkan domba mereka untuk dirawat dan dipelihara secara profesional oleh tim peternak di kandang. Nah, supaya pemiliknya tidak waswas dan bisa terus memantau hewannya secara transparan dari jauh, kolaborasi riset strategis pun dijalankan bersama tim Telkom University Surabaya.

Langkah kolaborasi ini diwujudkan melalui proyek bertajuk “DeepRuminansia-v1: Manajemen data peternakan berbasis SaaS untuk ketahanan pangan sektor daging potong ruminansia”. Inisiatif terapan ini didukung penuh melalui program pendanaan Hiliriset Kemendiktisaintek yang berfokus pada dorongan teknologi. Melalui program ini, teknologi berbasis Software as a Service (SaaS) dikembangkan untuk menjembatani transparansi antara pengelola peternakan rakyat dan para pemilik modal, sekaligus mendorong modernisasi tata kelola peternakan nasional.

Pelaksanaan program hilirisasi riset ini digawangi oleh tim gabungan yang berdedikasi dari lingkungan kampus dan mitra industri. Proyek ini dipimpin oleh Bapak Mochamad Nizar Palefi Ma’ady, S.Kom., M.Kom., M.IM. selaku Principal Investigator (Ketua Peneliti), didampingi oleh rekan dosen peneliti yaitu Bapak Rosyid Abdillah, S.Si., M.Kom., dan Bapak Ir. Adzanil Rachmadhi Putra, S.Kom., M.Kom.

Keterlibatan mahasiswa juga menjadi motor penggerak penting dalam implementasi teknis dan pengembangan sistem, yang diperkuat oleh enam mahasiswa Sistem Informasi beserta alumni, satu mahasiswa Informatika, dan satu mahasiswa Rekayasa Perangkat Lunak. Dari pihak industri, sinergi ini dikawal langsung oleh Mas Rangga G. P. selaku pimpinan mitra beserta tim pengelola dan pengurus kandang TernakPark Wonosalam yang mengawal pemeliharaan ternak di lokasi

Bapak Mochamad Nizar Palefi Ma’ady, S.Kom., M.Kom., M.IM. selaku Principal Investigator (Ketua Peneliti) mengatakan saat ini, website pemantauan tersebut sudah selesai dibuat dan langsung digunakan untuk operasional mitra di alamat myternakpark.id. Meski sistem utamanya sudah aktif melayani kebutuhan para pemilik domba, pengembangannya masih terus berjalan.

“Tim peneliti dan pengembang secara berkala terus membenahi performa basis data, menambahkan fitur-fitur baru, serta memperketat keamanan sistem agar para investor selalu nyaman dan lancar saat mengakses informasi ternaknya.”

Begitu masuk ke dasbor akun pribadi, pemilik bisa melihat pembaruan kondisi dombanya secara berkala, baik mingguan maupun harian. Lewat ponsel atau laptop dari mana saja, mereka bisa mengecek status kesehatan hewan, memastikan ternak dalam kondisi prima, sampai memantau grafik kenaikan bobot badannya. Khusus bagi yang ikut program breeding (pembiakan), tersedia juga catatan apakah indukannya sedang bunting atau sudah melahirkan, lengkap dengan jumlah anakan yang lahir. Keterbukaan data ini sangat krusial karena pertambahan bobot dan anakan yang lahir menjadi tolok ukur utama dalam perhitungan bagi hasil maupun saat pemilik ingin mengambil hasil ternaknya.

Sistem ini sekaligus membuat pencatatan operasional di kandang jauh lebih rapi. Dulu, tim pengelola masih memakai spreadsheet manual yang lambat dibuka saat datanya menumpuk, belum lagi kerepotan membagikan laporan secara terpisah ke banyak investor. Melalui DeepRuminansia-v1, petugas kandang cukup mengunggah data harian, dan sistem akan langsung mendistribusikan laporan tersebut ke dasbor tiap-tiap pemilik secara otomatis. Sistem ini juga sudah dilengkapi peta kavling kandang, uji keamanan berlapis, serta integrasi pintu pembayaran digital (payment gateway) untuk kemudahan biaya pemeliharaan layanan platform. Imm

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry