
SIDOARJO | duta.co – Dedikasi para kader kesehatan di Kecamatan Sukodono mendapat apresiasi melalui kegiatan Awarding Pemenang Lomba Kader 2026 dan Seminar Kesehatan yang digelar Puskesmas Sukodono berkolaborasi dengan RSU Assakinah Medika, Sabtu (29/8/26) di aula RSU Assakinah Medika,Sukodono.
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memberikan penghargaan sekaligus memperkuat peran kader dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.
Kepala Puskesmas Sukodono, dr. Prufiana, M.M.,menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh kader yang telah mengikuti lomba dengan penuh semangat. Menurutnya, seluruh peserta pada hakikatnya merupakan pemenang karena telah menunjukkan dedikasi, inovasi dan kerja keras dalam membantu pelayanan kesehatan di tengah masyarakat.
“Lomba ini bukan sekadar ajang kompetisi untuk mencari siapa yang terbaik, tetapi menjadi wadah untuk mengapresiasi dedikasi, inovasi, dan kerja keras yang telah Ibu dan Bapak tunjukkan setiap hari di tengah masyarakat,” ujar dr. Prufi biasa disapa.
Ia menegaskan, kader merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat. Peran kader dalam mengedukasi warga, memantau kesehatan posyandu hingga mendukung berbagai program Puskesmas dinilai sangat penting.
Karena itu, semangat kompetisi yang sehat diharapkan terus dibawa dalam menjalankan tugas sehari-hari, sekaligus memperkuat sinergi antara Puskesmas dan kader untuk mewujudkan masyarakat Sukodono yang lebih sehat, mandiri dan sejahtera.
Terpisah Direktur RSU Assakinah Medika, dr. Adhi Candra Qomaruzzaman, mengatakan, kegiatan kolaborasi dengan Puskesmas Sukodono tersebut berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kapasitas para kader kesehatan di wilayah Sukodono. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk apresiasi kepada para kader yang telah mengabdikan diri selama puluhan tahun dalam membantu pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kami memberikan apresiasi kepada kader-kader yang sudah berbakti selama 30 hingga 40 tahun. Kami akan terus berkolaborasi dan merangkul para kader, karena mereka merupakan salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat,” ujarnya.
Terkait seminar kesehatan kali ini menghadirkan dokter spesialis ortopedi dan dokter spesialis rehabilitasi medik. Materi yang diberikan diharapkan dapat menambah pemahaman kader mengenai berbagai persoalan tulang dan pertolongan yang tepat.

Dengan demikian, apabila terjadi permasalahan terkait tulang di masyarakat, kader dapat berkoordinasi dengan Puskesmas maupun rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan dua kali dalam setahun. Namun, karena merupakan kegiatan kolaborasi, tentu perlu melihat kemampuan dan kondisi masing-masing pihak. Selain itu, kami juga berharap dapat menggelar seminar bagi kader secara rutin, misalnya sebulan sekali. Puskesmas dapat bekerja sama dengan rumah sakit, sementara rumah sakit menyediakan dokter spesialis sesuai kebutuhan materi yang diinginkan,” terang Direktur RSU Assakinah Medika.
“Saya sangat bahagia menjadi juara pertama. Selama 35 tahun mengabdi sebagai kader kesehatan di desa, saya bangga masih bisa berkontribusi meski kini berusia 56 tahun. Apalagi, lomba kader seperti ini baru pertama kali digelar,” kata Masrukah (56), kader Desa Panjunan peraih juara 1.
Menurutnya, lomba yang digelar Puskesmas Sukodono bersama RSU Assakinah Medika menjadi motivasi bagi para kader. Persiapan dilakukan sekitar dua minggu dengan belajar dan berkumpul bersama.
“Setiap bulan kami juga aktif dalam posyandu, tidak hanya untuk balita, tetapi juga lansia dan Bindu. Saya sangat mendukung kegiatan ini karena memotivasi kader lainnya agar semakin semangat mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.(loe)




































