PASURUAN | duta.co — Suasana berbeda terlihat di halaman UPT Satuan Pendidikan SDN Ngadirejo 1 Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Senin (8/9/25). Anak-anak berseragam merah putih antusias menggali dan menanam bibit melon. Kegiatan ini merupakan program inovasi menanam yang dijalankan sekolah, hasil kolaborasi apik dengan Bhakti Alam Tutur.

Program ini digagas sebagai upaya untuk memperkenalkan dunia pertanian kepada para siswa sejak dini. Tidak hanya sekadar menanam, namun juga mengajarkan mereka tentang proses menanam, merawat, hingga memanen hasil.

Kepala SDN Ngadirejo 1, Risdiyan Tri Wahyudi, M.Pd., mengungkapkan bahwa kolaborasi dengan Bhakti Alam Tutur ini sangat membantu.

“Kami ingin anak-anak memiliki pengalaman langsung. Bukan cuma teori di buku, tapi juga praktik nyata. Bhakti Alam menyediakan bibit, pupuk, dan pendampingan teknis yang sangat bermanfaat,” ujarnya.

Salah satu inovasi yang menarik adalah penggunaan sistem polibag dan batang bekas yang bisa dibuat sendiri. Para siswa diajak berkreasi menggunakan botol plastik bekas untuk media tanam, yang mana hal ini sekaligus mengajarkan konsep daur ulang. Selain itu, mereka juga menanam sayuran seperti sawi dan tomat di lahan konvensional.

“Ini seru sekali! Aku jadi tahu kalau menanam itu tidak susah. Nanti kalau sudah besar, sayurannya mau aku bawa pulang,” kata serada, salah satu siswi kelas 1.

Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti di sini. Bhakti Alam Tutur berkomitmen untuk terus mendampingi program ini hingga kebun sekolah dapat menghasilkan panen yang berkelanjutan. Harapannya, program ini bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan dan kecintaan pada pertanian sejak usia dini. (Puj)

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry