TANAM: Sejumlah anggota Kodim0809/Kediri sedang melakukan penanaman bibit cabai, kemarin. (Duta.co/Pendam)

KEDIRI | duta.co – Di tengah melonjaknya harga cabai di beberapa daerah, termasuk yang terjadi di Kota dan Kabupaten Kediri, Kodim 0809/Kediri melakukan budidaya tanaman pangan cabai secara serentak di seluruh Koramil-Koramil jajarannya, Selasa (10/1).

Budidaya tanaman cabai ini diharapkan mengurangi beban biaya rumah tangga akibat naiknya harga komoditi yang erat kaitannya dengan konsumsi masyarakat Indonesia pada umumnya.

Hasil pantauan di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Kediri, seperti di Pasar Pamenang Kecamatan Pare, Pasar Sambi Kecamatan Ringinrejo, Pasar Gringging Kecamatan Grogol, dan Pasar Ngadiluwih, rata-rata harga cabai kering berkisar Rp 37.900-39.200 per kg  ,cabai biasa berkisar Rp 30.900-33.200 per kg dan cabai rawit berkisar Rp 87.900-89.200 per kg.

Sedangkan pantauan di pasar tradisional yang ada di Kota Kediri, seperti Pasar Setono Betek, Pasar Bandar, dan Pasar Pahing, rata-rata harga cabai kering berkisar Rp 39.000-39.300 per kg, cabai biasa berkisar Rp 33.000-33.300 per kg, dan cabai rawit berkisar Rp 89.000-89.300 per kg.

Menurut Pasi Ter Kodim Kediri, Kapten Inf Warsito, budidaya cabai tidak hanya di lakukan di Makoramil saja, melainkan dilakukan dirumah-rumah anggota yang masih ada ketersediaan lahan disekitarnya. “Selain itu, budidaya cabai juga dipromosikan ke desa-desa atau keluarahan-kelurahan yang ada di Kota dan Kabupaten Kediri, khususnya kepada perangkat desa atau pegawai kelurahan setempat,” jelasnya, Rabu (11/1).

Selain harga cabai, kenaikan harga juga terjadi pada komoditi pangannya lainnya, seperti harga bawang merah berkisar Rp 30.850-31.250 perkg, sedangkan bawang putih harganya berkisar Rp 31.850-32.250 per kg. Harga sejumlah sayur juga mengalami kenaikan, seperti tomat harganya berkisar Rp 3.900-4.100 per kg, wortel berkisar Rp 12.400-12.600 per kg, kentang berkisar Rp 11.900-12.100 per kg, dan buncis berkisar Rp 8.900-9.100 per kg.

Kenaikan fluktuasi harga komoditi pangan ini, relatif menjadi tradisi dari tahun ke tahun, karena kondisi musim tanam yang berbeda-beda, musim panen yang juga berbeda-beda, dan kondisi cuaca yang saat ini memasuki musim penghujan. “Sementara lonjakan harga cabai di Kediri sendiri, ditenggarai minimnya produksi cabai di beberapa tempat, dan tingginya permintaan pasar oleh para konsumen, terutama di Kota dan Kabupaten Kediri,” tandas Kapten Inf Warsito. rif/and

BAGIKAN

Tinggalkan Balasan