SURABAYA | duta.co – Bahaya laten komunis dan paham radikal seakan menjadi pantauan tersendiri bagi semua pihak. Pasalnya, bahaya itu dinilai mampu merusak persatuan dan kesatuan yang selama ini sudah terwujud dengan baik.

Demikian dikatakan Kapendam V/Brawijaya, Letkol Arm Kusdi Yuli Suhandra, terkait adanya komunikasi sosial yang digelar oleh Kodam di Aula Makodam V/Brawijaya, Surabaya, Jumat, (19/11/21) siang.

“Kegiatan ini, bagian dari adanya pembinaan teritorial dalam rangka mewujudkan TNI-AD yang adaptif melalui adanya kewaspadaan terhadap berbagai macam ancaman dengan melibatkan elemen masyarakat,” ujar Letkol Kusdi.

Selain melibatkan masyarakat, Kapendam berujar, upaya pencegahan dan penananganan bahaya laten komunisme, radikalisme dan separatisme, juga memerlukan peran Forkopimda atau aparat terkait lainnya. “Semisal, membangun penyuluhan terpadu dengan melibatkan semua aparat terkait,” jelasnya.

Selain membahas persoalan separatisme, radikalisme terorisme, kegiatan pembinaan teritorial itu juga membahas pentingnya memahami Pancasila sebagai landasan negara. “Ideologi kita, itu adalah Pancasila. Pancasila itu banteng agar bisa terhindar dari hasutan dan ajakan balatkom,” bebernya. (*)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry