JAMBORE NASIONAL KNCI : Walikota Surabaya Tri Rismaharini (dua kanan) didampingi (tiga kiri) Qutni Tisyari Ketua Umum KNCI Demisioner bersama (dua kiri) GM WTC  Sonni Triandalarso saat membuka Jambore Nasional ke- 5 Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) di WTC e-Mall (duta.co/ridho)

SURABAYA | duta.co – Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)  menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Potensi pasar UMKM di Indonesia sangat besar dengan puluhan juta pengusaha katagori ini yang bisa berkembang dan masih banyak perlu bantuan.

Untuk itu, Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) mentargetkan anggota sebanyak 3.000 orang. Mereka akan dilibatkan dalam pengembangan UMKM untuk pengembangan bisnis.

“Tahun ini target keanggotaan kami sekitar 3.000 tenant. Saya rasa kami bisa melampaui target yang ditetapkan, mereka akan dilibatkan secara langsung dalam pengembangan UMKM,” kata Ketua Umum KNCI Qutni Tisyari di Mall WTC Surabaya kemarin.

Qutni mengatakan, target yang ditetapkan organisasi sangat mungkin untuk direalisasi, karena di Indonesia jumlah DPD sebanyak 21 lokasi. Di setiap DPD, ada sekitar 2.000-an pedagang pulsa yang memiliki tenant sendiri. Jika semua berkumpul, ia yakin regulasi-regulasi yang dikeluarkan pemerintah untuk kepentingan outlet atau tenant tidak akan merugikan.

Pemerintah, ujar dia, saat ini berani mengeluarkan regulasi seenaknya karena outlet tidak memiliki kekuatan. Untuk itu, perlu wadah supaya bisa dilakukan penyampaian aspirasi untuk kepentingan bersama.

“Kami akan menuntut kepada pemerintah supaya outlet harus tetap ada di masyarakat. Outlet itu menjadi kebutuhan masyarakat untuk pengisian pulsa,” ungkapnya.

Perjuangan menuntut hak pemilik outlet terus dilakukan, salah satu yang berhasil dilakukan adalah mempertahankan supaya tenant bisa untuk melakukan registrasi. Dengan begitu, pembelian kartu dari operator tidak akan hangus, karena budaya masyarakat untuk membeli kartu langsung dibuang masih sangat tinggi.

“Itu juga (membeli kartu perdana langsung buang) yang menguntungkan kita (outlet). Kita juga beli putus dengan operator,” ungkap Qutni.

Sementara sekertaris Jendral (Sekjen) KNCI Abas menambahkan, bersatunya outlet menjadi sebuah organisasi akan membuat penjual-penjual pulsa semakin solid. Hal tersebut akan menguntungkan outlet, karena mereka bisa mengetahui aturan-aturan baru yang dikeluarkan pemerintah.

“Kita akan lebih mudah mensosialisasikan hal-hal baru, organisasi ini sangat berharga bagi kita semua,” terangnya. (imm)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.