Klarifikasi Klinik Mutiara Medika Terkait Belum Mengambil Vaksin Sinovac

111

KEDIRI|duta.co – Terkait belum mengambilnya Vaksin Sinovac dan adanya petugas mengaku dari Klinik Mutiara Medika, Moch. Arif selaku manager klinik menyampaikan berita klarifikasi atas pemberitaan sebelumnya ditayangkan di duta.co, pada Rabu malam (27/01). Bahwa pihaknya menyatakan tidak tahu bila mendapatkan undangan untuk pengambilan vaksin sesuai jadwal, sehingga tidak ada kegiatan untuk melakukan pengambilan.

Diberitakan sebelumnya, Kapolres Kediri Kota AKBP Eko Prasetyo melalui Kapolsek Semen AKP Siswandi membenarkan jika pihaknya telah menolak kedatangan salah satu klinik, pada Rabu (27/01) siang. Dimana hendak mengambil vaksin di Gudang Farmasi Kesehatan (GFK) milik Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri berada di Puskesmas Semen dengan menaiki sepeda motor.

Mereka datang tanpa pengawalan petugas gabungan dari Polri dan TNI, dikabarkan petugas utusan dari Klinik Mutiara Medika pada Rabu siang berniat mengambil vaksin sebanyak 2 vial di GFK. Karena tidak sesuai prosedur, akhirnya diminta kembali dengan membawa ambulance dan harus dalam pengawalan petugas keamanan.

“Memang benar, mereka hendak mengambil vaksin dengan naik sepeda motor. Sesuai arahan pimpinan bahwa ini termasuk obyek vital, maka kami terapkan pengamanan yang sangat ketat atas pendistribusian vaksin ini. Kami minta kembali untuk mengambil ambulance dan harus dalam pengawalan. Meski berapapun jumlahnya, namun sesuai perintah pimpinan yang harus kami laksanakan,” tegas AKP Siswandi.

Terkait pemberitaan tersebut, pihak klinik menyatakan bahwa tidak mendapatkan pemberitahuan ataupun undangan secara resmi. Mereka baru tahu, pada Rabu malam setelah melihat informasi melalui group whatsapp klinik berupa surat dikeluarkan Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri. “Kami tidak mendapatkan undangan pengambilan Vaksin, sehingga Klinik Mutiara Medika tidak ada kegiatan pengambilan vaksin,” jelas Arif.

Dia pun menegaskan bahwa tidak ada petugas yang mengambil vaksin atas nama Klinik Mutiara Medika. “Tidak ada perintah apapun dari klinik dan mohon dicari oknum tersebut. Mungkin yang naik motor bukan dari Klinik Mutiara Medika, nama belakangnya yang sama Medika-nya, sehingga dikira Mutiara Medika,” imbuhnya.

Namun bila melihat keterangan pihak Polri dan diperkuat data dimiliki petugas gudang, tercatat jelas bahwa klinik ini belum mengambil vaksin sebanyak 2 vial di tahap pertama sesuai jadwal. Terkait permasalahan ini, Anggota DPRD Kabupaten Kediri dari Fraksi Partai NasDem, Khusnul Arif akhirnya angkat bicara.

“Kalau pihak klinik tidak merasa memerintahkan petugasnya, sepertinya kok aneh. Bila sudah dibenarkan oleh AKP Siswandi, berarti yang berangkutan yang hendak mengambil pasti ada membawa surat. Rasanya tidak mungkin bila petugas yang berjaga tidak menanyakan data secara detail,” jelas Anggota Komisi IV yang juga membidangi terkait kesehatan. (nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry