PASURUAN I duta.co – Gagalnya klarifikasi yang dimediasi oleh Polres Pasuruan antara pihak PC GP Ansor Bangil dengan pihak yang memposting di Mapolres Pasuruan, Kamis (5/12/) siang, membuat Ansor mempertegas sikap melaporkan pihak yang memposting Gus Muwafiq, tokoh NU, ke polisi.

Ketegasan itu disampaikan Ketua PC GP Ansor Bangil, Muafi pada duta.co, pasca gagalnya klarifikasi. “Kami sudah lakukan upaya klarifikasi kepada pihak yang memposting kepala Gus Muwafiq yang diganti dengan kepala salah satu binatang yang diharamkan oleh islam itu,” tegas Gus Muafi, saat dihubungi via telpon, Kamis (5/12) sore.

Pihaknya sudah berupaya untuk lakukan klarifikasi dengan langkah tabayun agar ada jalan terbaik. Namun diakuinya, bahwa tidak ada itikad baik dari pihak yang memposting yakni Hasan.”Dengan tak hadirnya dia yang sengakja memposting Gus Muwafiq tokoh NU di media sosial hingga viral, ini tak bisa dimaafkan lagi,” terang dia.

Untuk selanjutnya, ia bersama pengurus PC GP Ansor akan lakukan koordinasi malam ini, untuk menentukan sikap tegas terhadap pihak yang sengaja menimbulkan kegaduhan di wilayah Kota Bangil.”Besok hari Jumat, kalau tidak pagi ataupun selesai turun shalat Jumat kami akan lapor ke polres berikut barang buktinya,” imbuhnya.

Seperti diketahui, unggahan foto Yunus di platform media sosial membuat komunitas PC Ansor Bangil berang. Pasalnya, unggahan tersebut dinilai mendiskreditkan tokoh muda NU, Gus Muwafiq. Pada unggahan tersebut, Yunus mengedit wajah Gus Muwafiq seperti (maaf) babi.

Menyusul aksinya itu, pihak Ansor sejatinya sempat mendatangi Yunus pada Rabu (4/12) malam lalu guna meminta klarfikasi. Namun, tanpa hasil. Pada Kamis (5/12) upaya kedua dilakukan dengan melibatkan Kapolres Pasuruan AKBP. Rofiq Ripto sebagai mediator di Mapolres. Tetapi, yang bersangkutan juga tidak hadir. (raf)

Keterangan Foto: Saad Muafi, Ketua PC GP Ansor Bangil bersama sahabat Ansor lainnya. (DUTA.CO/Raffael)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry