SURABAYA | duta.co  – Klaim kecelakaan kerja di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) hingga April 2018  mencapai Rp 155 miliar.

Klaim itu berasal dari 23.091 kasus di seluruh Indonesia.

Sementara di Jawa Timur angka klaim sebesar Rp 47 miliar dari 8.340 kasus.

Direktur Pelayanan BPJS TK, Krishna Syarif  mengatakan klaim kecelakaan kerja ini berkontribusi 20 persen dari total klaim program BPJS TK .

“Yang paling besar itu klaim jaminan hari tua yang paling besar. Kalau jaminan kematian itu sebesar Rp 30 persen,” ujar Krishna.

Krishna mengatakan hal itu usai menengok korban bom di Surabaya yang menjadi peserta BPJS TK di RSAL Dr. Ramelan, Jumat (18/5).

Kecelakaan kerja ini dikatakan Krishna memang perlu ditekan sehingga klaim rasio ini juga bisa ditekan.

“Kita melindungi pekerja dari berangkat kerja hingga pulang kerja sampai di rumah,” ungkap Krishna.

Salah satu yang merasakqn manfaat kepesertaan BPJS TK adalah Yesaya Bayang (40).

Yesaya adalah satpam yang bertugas di Gereja Kristen Indonesia (GKI) Jalan Diponegoro Surabaya saat peristiwa terjadi.

Saat kejadian itu Yesaya baru seminggu menjadi peserta BPJS TK.

Karena saat itu Yesaya bertugas sebagai satpam, maka Yesaya mendapatkan santunan jaminan kecelakaan kerja.

“Kita tanggung semua biaya perawatan Yesaya sampai sembuh,” tandas Krishna.

Selain itu selama masih belum bekerja kembali,  Yesaya juga mendapatkan santunan selama 100 persen gajinya.

Selanjutnya 75 persen dari gaji yang diterimanya setiap bulan.

Juga, BPJS TK berupaya untuk membantu Yesaya agar kembali mendapatkan pekerjaannya.

Program return to work (kembali bekerja) menjadi prioritas BPJS TK bagi para pekerja yang mengalami kecelakaan saat bekerja.

“Nanti kita bantu Yesaya ini untuk bekerja kembali di GKI Diponegoro. Kalau dia tidak bisa lagi menjadi satpam, dia bisa bekerja di bagian lain,” jelas Krishna.

Seperti diketahui, program JKK Return to Work  juga akan memberikan santunan sementara tidak mampu bekerja selama para korban belum mampu melaksanakan pekerjaan sehari-harinya.

Hal ini merupakan bukti nyata di tengah masyarakat akan pentingnya memiliki jaminan sosial guna persiapan terjadinya risiko sosial di manapun dan kapanpun.

Ada beberapa korban bom Surabaya yang menjadi peserta BPJS TK. Selain Yesaya, ada juga Siti Mukarimah(25).

Siti adalah seorang perawat RS. William Both yang baru menyelesaikan shift malamnya hendak kembali ke rumah.

Di perjalanan kembali ke rumah ia harus terjebak berada persis di belakang mobil yang digunakan untuk meledakkan bom.

Siti kini dirawat di RS William Booth Surabaya.

Kejadian ini tergolong dalam kecelakaan kerja dimana keduanya masih dalam rangka menjalankan tugas/selesai bertugas pada saat terjadinya peristiwa naas itu.

“Tentunya kita akan bertanggung jawab dalam memberikan jaminan kecelakaan kerja pada korban ini, tak tanggung-tanggung kita akan memberikan jaminan perawatan sampai sembuh dan bekerja kembali,” terang Krishna.

Disamping itu terdapat korban meninggal dunia yang merupakan karyawan dari Toko Kue Brownis Amanda Surabaya.

Nuchin (56) menjadi korban ledakan di gereja Pantekosta. Nuchin menjadi korban saat sedang melintas di depan Gereja Pantekosta Surabaya.

Ahli waris Nuchin mendapatkan santunan dari BPJS Ketenagakerjaan berupa santunan JKM sebesar Rp 24 juta, JHT sebesar Rp 13,12 juta, beasiswa sebesar Rp 12 juta.

Sehingga total santunan Rp. 49,12 juta, serta manfaat Jaminan Pensiun berkala yang dibayarkan setiap bulan. end

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.