

Da pelatihan digital marketing, ada pembuatan lilin aroma terapi hingga cek kesehatan. Cek kesehatan bukan hanya untuk manusia tapi untuk hewan piaraan, utamanya kucing.
Seluruh kegiatan diserbu warga. Di hari pertama kegiatan seperti digital marketing dan pembuatan lilin aroma terapi hingga cek kesehatan warga dihadiri banyak peserta.
Bahkan Ketua Takmir Masjid Al Amin, Andi Shahrir mengaku senang bisa dilakukan cek kesehatan gratis bagi warga. “Kami berterima kasih atas semua kegiatan ini. Sudah tiga tahun UWKS membantu kami di sini baik untuk warga maupun lingkungan,” katanya.
Di hari kedua, dilakukan banyak kegiatan. Di antaranya lomba mewarnai, senam bersama dan cek kesehatan hewan serta pemberian obat cacing untuk kucing. Tak lupa juga mitigasi ular.
Joy Senssane Hingayomi, salah satu mahasiswa dari Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) mengatakan pemberian obat cacing pada kucing ini untuk mencegah terjadinya banyak penyakit pada kucing terutama kucing liar.
“Karena sekarang banyak masyarakat yang menjadikan kucing sebagai hewan piaraan. Dan terkadang, kucing juga bisa terkontaminasi makanan misal dia makan tikus atau apa, makanya diberi obat cacing agar tidak terjadi penyakit,” ungkap Joy.
Selain itu juga diberikan edukasi tentang mitigasi ular air masuk ke rumah warga. Karena dari penelusuran banyak sekali ular di sekitar pemukiman bahkan ada yang sampai masuk ke rumah.
Saat itu, mahasiswa FKH memberitahu warga bahwa saat musim hujan banyak ular yang bertelur. Sehingga kemungkinan besar akan lebih banyak lagi anak-anak ular.

Biasanya ular itu menyukai tempat yang lembab dan ada indikasi tikus di sekitarnya. “Jadi sebenarnya ular jangan dibunuh karena kalau dibunuh rantai pakan itu bisa terputus. Akan semakin banyak tikus di lingkungan kita,” jelas Joy.
KKN dari kelompok A7, A8, B6, D4 dan E1 itu berasal dari delapan fakultas yakni Teknik, FKIP, FEB, FK, FKH, Fisip, Pertanian dan Hukum.
Ada lima dosen yang menjadi pembimbing lapangan yakni James Tumewu, Siti Asiah Murni, Kharis Marpurdianto, Wiwin Wahyuni dan Adrianto Trimarjono.
James mengatakan KKN UWKS memang difokuskan di seputar Surabaya. Dan tidak harus bermalam di lokasi KKN. “Kami menerapkan KKN sebanyak 40 jam. Jadi kegiatan apapun yang mereka lakukan dihitung dengan jam. Dan selama dua hari kegiatan turun ke lapangan,” kata James. ril/lis