KKN : Rektor Unusa, Prof Dr Ir Achmad Jazidie,M.Eng bersalaman dengan Bupati Sidoarjo, Saiful Ilah (tengah) di Pendopo Kabupaten Sidoarjo dalam rangka kuliah kerja nyata, Senin (22/7). DUTA/yudi

SIDOARJO | duta.co –  Potensi di Kecamatan Jabon akan dioptimalkan. Tentunya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo tidak bisa bekerja sendirian. Butuh kerjasama dengan berbagai pihak untuk mewujudkannya, salah satunya dengan lembaga pendidikan.

Keinginan Pemkab Sidoarjo itu ditangkap  Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa). Untuk kesekian kalinya, Unusa akan menerjunkan mahasiswa melakukan pengabdian masyarakat dan penelitian melalui program kuliah kerja nyata (KKN) di Kecamatan  Jabon.

Pembukaan KKN itu secara resmi dilakukan Senin (22/7) di Pendapa Delta Wibawa yang dihadiri Rektor Unusa Prof Dr Ir Achmad Jazidie,M.Eng dan Bupati Sidoarjo,  Saiful ilah, M.Hum. Pembukaan itu ditandai dengan meluncurkan buku berjudul Menguak Potensi Kecamatan Jabon.

Rektor Unusa, Achmad Jazidie mengatakan, buku tersebut berisikan segala hal yang berkaitan dengan potensi desa-desa yang ada di Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo, mulai dari potensi investasi, pertanian, perikanan, kelautan, peternakan, budaya, hingga penghargaan-penghargaan yang diperoleh pihak desa.

“Kami ingin memberikan bukti bahwa desa-desa yang ada di Kecamatan Jabon Kabupaten Sidoarjo kaya akan segalanya, baik hasil bumi, tradisi dan budaya masyarakat, hingga peluang investasi yang sangat menjanjikan. Bukti tersebut tidak hanya melalui brosur, majalah, tapi juga dalam bentuk buku,” kata Jazidie.

Buku ini tak begitu saja muncul, melainkan melalui proses cukup panjang. Buku ini merupakan Produk Kuliah Kerja Nyata (KKN) Unusa.  Kata Jazidie, buku ini merupakan representasi secara nyata potensi-potensi yang ada di kecataman Jabon.

Banyak desa-desa yang belum terekspos oleh khalayak luas padahal desa-desa yang ada di kecamatan Jabon memiliki potensi luar biasa untuk dikembangkan. Hal ini menjadikan Unusa tergerak untuk membuat buku potensi-potensi desa di Kecamatan Jabon.

Lebih lanjut Jazidie menambahkan bahwasanya pembuatan buku ini membutuhkan waktu sekitar 2 tahun karena perlu observasi, pemetaan, hingga adanya gambaran real kondisi dan potensi desa-desa di Kecamatan Jabon.

Selain dirinya, proses penyempurnaan buku mulai dari pengumpulan data tulisan dan foto, editing, sampai dengan last touch finishing, bantu para peserta KKN Unusa selama 2 tahun belakangan ini.

“Saya puas dengan isi yang ada dalam buku ini. Benar-benar mewakili potensi desa-desa di kecamatan Jabon secara lengkap. Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu selesainya buku ini,” ungkapnya.

Bupati Sidoarjo, H. Saiful Ilah mengungkapkan KKN ini sebagai wahana untuk implementasi ilmu yang sudah diterima oleh mahasiswa di bangku perkuliahan. Selain itu, dirinya berharap agar potensi-potensi yang ada di desa-desa kecamatan Jabon dikembangkan, di dalam Buku tersebut telah dipetakan per desa sesuai keadaan di lokasi.

“Semoga dengan adanya Buku ini, potensi di seluruh desa kecamatan Jabon dapat tersebar luaskan di masyarakat umum. Karena Kecamatan Jabon memiliki berbagai potensi untuk jadi destinasi wisata masyarakat umum,” ungkapnya. yud

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry