Foto bersama Kelompok 69 KKN Unusa dengan ibu-ibu PKK di Kampung Hebat Tanggap Covid-19 di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. DUTA/mahasiswakknunusa

SIDOARJO l duta.co – Pandemi Covid-19  memang telah membuat perekonomian rusak, bahkan untuk skala terkecil yakni rumah tangga. Banyak yang menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK).

Karenanya, di saat sulit seperti ini, masyarakat dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam menciptakan peluang-peluang baru yang bisa menghasilkan rupiah.

Sehingga sumber pendapatan keluarga tidak terpengaruh, walau menjadi salah satu korban pandemi.

Salah satunya dengan membuat usaha rumahan dengan memaksimalkan potensi yang ada di sekitar. Misalnya yang ada di Desa Tropodo, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Di desa itu merupakan penghasil susu segar.

Namun masyarakat sekitar tidak memanfaatkannya dengan maksimal. Susu segar hanya dijual mentah ke pengepul.

Dan mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Unusa dari kelompok 69, mencoba memberikan pelatihan kepada ibu PKK di desa tersebut.

Pelatihannya dengan memanfaatkan susu segar yang dihasilkan masyarakat untuk diolah sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Mereka memberikan pelatihan membuat puding sedot atau puddot. Ketua KKN Kelompok 69, Ana Mahmudah mengatakan pelatihan membuat puddot ini  karena bahan dasar susu segar.

“Cocok dengan potensi desa sebagai penghasil susu segar. Sehingga tidak lagi dijual mentah ke pengepul,” ujar Ana.

Selain itu, kata Ana, puddot ini cara pembuatannya mudah dan tidak mengeluarkan banyak biaya.

Bahannya terdiri dari susu, gula, air, perasa makanan, nutrijell tanpa rasa dan tepung maizena.

“Selain mudah pembuatan, daya jualnya tinggi. Karena banyak disukai anak-anak,” tukasnya.

Dan diakui Anak, pelatihan ini mendapatkan respon yang bagus dari para peserta. “Mereka memang tidak terpikir untuk mengolah bahan baku yang ada menjadi produk jadi yang lebih menguntungkan,” tandasnya. ril/ana/end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry