Mahasiswa Unusa yang sedang KKN Tematik membantu pembelajaran PAUD di Sidoarjo. DUTA/ist

SIDOARJO | duta.co – Pandemi Corona Virus Desiase 2019 (Covid-19) belum beranjak dari bumi Indonesia dan berbagai belahan dunia lainnya.

Bahkan dampak penyakit yang kali pertama muncul di Wuhan China ini telah memporak-porandakan sendi kehidupan, termasuk dunia pendidikan.

Sudah 6 bulan lebih para siswa terpaksa belajar di rumah melalui daring, termasuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sehingga para tenaga pendidik dan orang tua dipaksa harus bisa menyesuaikan kebiasaan baru (new normal).

Keresahan tenaga pendidik PAUD dan wali murid tersebut nampaknya didengar dan dirasakan oleh mahasiswa FKIP S1 PGPAUD UNUSA kelompok 68, sehingga mereka tergerak menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik untuk membantu pembelajaran PAUD  agar lebih semangat dan inovatif namun tetap mematuhi protokol kesehatan.

 Siti Nur Cholishoh ketua kelompok 68 KKN Tematik FKIP S1 PGPAUD Unusa mengatakan mengacu Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SPN) Pasal 1 angka (14) menyatakan bahwa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu persiapan menuju jenjang selanjutnya.

Pembeŕian rangsangan pendidikan berarti pula tidak secara langsung memberi pelajaran sekolah karena tingkat konsentrasi anak-anak berbeda dengan orang dewasa sehingga membutuhkan tatap muka untuk bisa mengkondisikan jiwa anak-anak.

“Kebutuhan dan perkembangan anak baik fisik maupun psikis yaitu intelektual, bahasa, motoric, dan sosioemosionalnya anak. Sehingga tidak hanya berorientasi pada satu siswa saja melainkan diperlukan nondiskriminasi antara siswa dan guru,” jelas Cholishoh, Kamis  (10/9/2020).

Kondisi dan situasi pandemi Covid-19 masih tidak memungkinkan anak-anak belajar bermain tatap muka bersama guru maupun teman-temannya sehingga alokasi waktu  belajar secara normal menjadi berkurang. Hal ini disebabkan pembelajaran dengan cara yang baru yaitu daring, luring ataupun homevisit.

Bahkan ada yang memiliki cara berbeda-beda sesuai sekolah masing-masing yang terpenting sesuai dengan protokol kesehatan. Termasuk di Desa Bangah Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo, mitra KKN kelompok 68 ingin merasakan serta menemukan bagaimana cara mengembangkan pembelajaran dalam masa pandemi ini tetap seperti biasanya walau tanpa tatap muka.

“Pendidikan anak Usia dini itu membutuhkan sentuhan dan kasih sayang guru supaya anak – anak mudah memahami pembelajaran,” ungkap mahasiswi berjilbab ini.

Dengan tetap mengedepankan prinsip bermain dan belajar, kata Cholishoh mitra ĶKN Kelompok 68 UNUSA membantu para guru PAUD khususnya di Desa Bangah Kecamatan Gedangan  Kabupaten Sidoarjo dengan memberikan tutorial pembelajaran daring baik membuat APE atau cara belajar PAUD dengan mudah.

“Tujuannya supaya mahasiswa dapat membuktikan pengabdian pada masyarakat luas yaitu dengan membantu terbentuknya generasi bangsa dalam mengģapai cita-cita di masa pandemi Covid-19,” pungkasnya. ud/end

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry