MOJOKERTO | duta.co – Dosen dan mahasiswa Program Studi D-IV Analis Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang terintegrasi dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Kegiatan itu  dalam bentuk edukasi dan pemeriksaan kesehatan di Desa Sumbersono, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Mengusung tema “Pola Makan Sehat dalam Perspektif Islam dan Pemeriksaan Dini Kelainan Metabolisme” ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga pola makan sehat dan seimbang untuk mencegah berbagai penyakit metabolik seperti diabetes, hipertensi, kolesterol tinggi, dan gangguan asam urat.

Selain mengedepankan prinsip kesehatan modern, edukasi ini juga memperkenalkan konsep pola makan sehat berdasarkan ajaran Islam.

M. Afwan Romdloni, selaku Ketua Pelaksana menjelaskan Islam sebagai agama yang komprehansif telah mengatur pola hidup sehat, termasuk dalam hal konsumsi makanan.  “Alqur’an surat Al-A’raf ayat 31 menyebutkan Makan dan minumlah, dan janganlah berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan,” sebagai dasar pentingnya prinsip moderasi dalam pola makan,” ujarnya.

Hal ini diperkuat dengan hadis Rasulullah SAW yang menekankan cukupnya beberapa suap makanan untuk menopang tubuh, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi.

Selain itu, konsep Islam juga menekankan bahwa mencegah penyakit lebih baik daripada mengobatinya. Dalam kaidah fikih dikatakan, “Dar’ul mafasid muqaddam ‘ala jalbil mashalih” (mencegah kerusakan lebih diutamakan daripada menarik kemaslahatan). Prinsip ini secara moral dan logis mendorong umat Islam untuk menjaga kesehatan sebelum penyakit datang, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: “Jagalah lima perkara sebelum lima perkara… dan kesehatan sebelum datangnya sakit.” (HR. Al-Hakim).

Kegiatan diawali dengan sesi edukasi kesehatan yang disampaikan secara langsung dan interaktif kepada masyarakat. Materi yang diberikan mencakup pentingnya asupan gizi seimbang, pola konsumsi dalam Islam, serta anjuran memilih makanan yang halal dan baik (halalan thayyiban).

Disampaikan pula jenis-jenis makanan yang perlu dihindari karena dapat berdampak negatif terhadap kesehatan dalam jangka panjang.

Para peserta mendapatkan pemahaman tentang keterkaitan antara gaya hidup modern—seperti konsumsi makanan instan, minuman manis berlebihan, serta minimnya aktivitas fisik—dengan meningkatnya kasus gangguan metabolik di masyarakat.

“Edukasi ini juga memberikan informasi mengenai gejala awal penyakit metabolik dan cara sederhana untuk mencegahnya melalui perubahan pola makan dan gaya hidup sehat,” jelas Afwan.

Setelah sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis oleh mahasiswa KKN prodi Ankes di bawah supervisi tenaga medis. Pemeriksaan ini disambut antusias oleh warga, terutama karena sebagian besar dari mereka belum pernah menjalani pemeriksaan kesehatan serupa. Banyak warga merasa terbantu dan termotivasi untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.

“Terima kasih kepada adik-adik dari UNUSA yang telah melaksanakan kegiatan yang sangat bermanfaat. Tidak hanya memberikan pemeriksaan kesehatan, tetapi juga mengingatkan kami akan pentingnya menerapkan nilai-nilai Islam dalam pola makan sehari-hari,” ujar Erna Susanti, salah satu peserta kegiatan.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata kontribusi mahasiswa kepada masyarakat, sekaligus membuktikan bahwa pendekatan edukasi kesehatan yang dikemas dalam perspektif keagamaan dapat diterima lebih baik dan bermakna. Diharapkan, kebiasaan hidup sehat yang telah diperkenalkan dalam kegiatan ini dapat terus diterapkan oleh masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan sekaligus bentuk ibadah dalam kehidupan sehari-hari. ril/hms

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry