Suasana deklarasi tiga wartawan senior untuk memenangkan Khofifah-Emil. (FT/RIDHO)

SURABAYA – Demi masa depan warga Jawa Timur, mereka merasa wajib bicara. Itulah tiga wartawan senior Jatim, masing-masing Dr H Tatang Istiawan, yang dikenal sebagai wartawan Imparsial (pemilik Surabaya Pagi), Drs H Choirul Anam mantan wartawan Majalah Tempo, (pemilik HU Duta Masyarakat), dan Jalil  Latuconsina, aktivis Malari (Malapetaka Limabelas Januari) 1974 yang kritis terhadap pemerintahan Soeharto (pemilik Tabloid Sapu Jagat).

Mereka mengajak para jurnalis muda agar independen, tegak lurus dalam kebenaran informasi terkait Pilgub Jatim 2018. Ini lantaran Jawa Timur harus tinggal landas, bukan terjun bebas. Sebagai juru bicara wartawan senior, Dr H Tatang membuka hasil kajian, pengamatan serta temuannya terkait Pilkada Jatim 2018, terutama menyangkut siapa yang layak menjadi gubernur menggantikan Dr H Soekarwo. Jangan sampai kita dipimpin Cagub PHP (Pemberi Harapan Palsu).

“Sungguh, saya takut Jawa Timur yang mestinya tinggal landas (istilah orde baru), justru terjun bebas. Jawa Timur bisa masuk ‘jurang’ kalau kita salah memilih pemimpin. Provinsi dengan penduduk 39 juta lebih ini, tidak bisa dipimpin oleh seseorang yang sudah 10 tahun menjabat dan hanya kita kenal guyonannya, joke-jokenya yang kadang porno. Di sini kami tergerak untuk menyampaikan hasil kajian kami,” demikian disampaikan Dr H Tatang Istiawan sebelum membacakan teks deklarasi dukungan untuk pasangan Khofifah-Emil di depan insan pers di Verwood Hotel Jalan Raya Kupang Indah, Surabaya, Rabu (4/4/2018).

Masih menurut Tatang, apa yang disampaikan adalah hasil kajian bersama. Sebagai wartawan senior ia berkewajiban untuk menyampaikan kepada publik soal ancaman dan tantangan masyarakat Jawa Timur ke depan. Rekam jejak calon gubernur dan wakil gubernur menjadi fokus kajian. Termasuk mendengar suara kampus tentang mereka.

“Saya tidak kenal secara fisik dengan Khofifah-Emil. Khofifah hanya sekali bertemu, itu pun secara kebetulan pada Pilgub lalu. Dengan Emil belum pernah. Tetapi, saya meneliti rekam jejaknya, menggali informasi dari para pengamat kampus. Khofifah memiliki rekam jejak yang bagus, bersih dan pekerja keras. Emil, saya mendengar dari pengamat kampus Unair, dia adalah sosok yang luar biasa. Anak muda yang visioner, mampu mengkolaborasikan kebutuhan Jawa Timur dan daerah, gagasanya menjadikan Jawa Timur lebih hebat dari Belanda, sangat masuk akal,” katanya.

Dari sini, sebagai wartawan senior, berharap kepada wartawan muda agar menulis pemberitaan terkait Pilgub Jatim secara mendalam. Demi masa depan Jatim, hendaknya jangan membuat berita seremonial, aktivitas politik belaka. Sebab Pilgub Jatim itu tujuan utamanya mencari pemimpin. Sehingga pemimpin yang harusnya dipilih masyarakat Jatim adalah yang bisa memakmurkan rakyatnya.

“Independensi seorang jurnalis dalam menulis itu, harus tegak lurus dalam kebenaran berdasar kajian informasi. Tetapi independen jurnalis berbeda dengan TNI/Polri. Kalau TNI/Polri tak bisa dan tidak boleh memilih. Jurnalis boleh memilih, maka, harus berorientasi bisa mengubah sesuatu menjadi lebih baik bagi masyarakat,” ujar Cak Anam sapaan akrab Choirul Anam.

Tujuan sebuah pemerintahan, kata Cak Anam  berdasarkan alenia 4 pembukaan UUD 1945 adalah untuk melindungi segenap bangsa dan tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum serta mencerdaskan kehidupan bangsa.

Tapi faktanya, di Jatim masih banyak orang miskin yang mencapai kisaran  4 jutaan atau 11-12 persen dari total populasi penduduk Jatim. Jadi pemimpin Jatim ke depan harus bisa  mengatasi persoalan tersebut. “Di bawah kepemimpinan Pakde Karwo kemiskinan memang turun, tapi perlahan belum signifikan, jadi penerusnya harus bisa lebih baik dari Pakde Karwo agar warga Jatim bisa sejahtera,” harap Cak Anam.

Di sisi lain, mencerdaskan kehidupan bangsa dilakukan melalui pendidikan tapi angka buta huruf masih cukup tinggi bahkan sekolah gratis belum bisa terwujud sepenuhnya akibat kemampuan keuangan daerah terbatas. “Konsentrasi Pakde Karwo sangat tepat, pendidikan. Pertumbuhan ekonominya juga di atas rata-rata nasional. Nah, kalau setelah Pakde Karwo ini kualitas gubernur menurun, hancur, berbahaya,” tegasnya.

Cak Anam optimis di bawah kepemimpinan Khofifah-Emil, persoalan-persoalan Jatim akan bisa teratasi. Terlebih  Cak Anam sudah ketemu dengan Emil yang menguasai manajemen Eropa. “Dia itu anak muda yang pinter dan asli Jatim. Dari yang ada, dia lebih bisa menjadikan Jatim lebih baik lagi,” imbuhnya.

Senada, Tatang Istiawan menjelaskan bahwa jurnalistik menjadi pilar keempat demokrasi itu baru terwujud di era Reformasi tapi belum sepenuhnya berjalan dengan baik sehingga para wartawan senior ingin membentuk sekolah untuk pendidikan dan penelitian pers, supaya pers bisa benar-benar menjadi pilar demokrasi yang diharapkan oleh banyak orang.

“Insya Allah pada bulan Mei 2018 akan dimulai berkantor di Graha Astranawa. Ini bukan soal dukung mendukung dan kepentingan sesaat, tapi kita bicara kepentingan kebenaran atau demi kepentingan jangka panjang. Wartawan muda jangan terjebak pada kata netral. Dalam kode etik jurnalistik yang ada itu cover both side (berimbang), jadi netral itu bagian dari opinion,” beber Tatang.

Selain melibatkan para wartawan senior di Jatim, lanjut Tatang, Editorial Jatim nantinya juga akan melibatkan empat orang akademisi dari perguruan tinggi di Jatim. Sehingga perang pers bukan hanya mendukung paslon. tapi juga ikut mengawal visi-misi gubernur terpilih supaya terealisasi dan masyarakat Jatim bisa semakin sejahtera.

Ia menyontohkan gagasan besar Emil Dardak. Dan itu harus dikawal. “Emil saya nilai punya kemapuan kolaborasikan provinsi dengan kabupaten/kota. Bahkan sistem pengelolaan yang ingin diterapkan nantinya adalah mirip pengelolaan Uni Eropa, apa yang dia paparkan sangat logis. Ini saya dapatkan dari pengamat Unair,” jelas CEO Harian Surabaya Pagi ini.

Di sela-sela acara itu, tiga wartawan senior Jatim juga membacakan deklarasi untuk masyarakat Jatim yang cerdas dan sejahtera.

Berikut isi deklarasi tersebut:

Dengan mengharap Ridho Allah SWT, pada hari ini, tanggal 4 April 2108, kami Wartawan Senior di Jawa Timur terpanggil untuk menyatakan sikap dalam Pilkada Serentak 2018 di Provinsi Jawa Timur agar berjalan sesuai asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil dan amanah dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sesuai amanat Alinea ke-4 Pembukaan UUD 1945.

Dengan sepenuh hati mendeklarasikan dukungan kepada calon Gubernur Jatim 2018-2023 yang benar-benar (berkapasitas teknokrat) mampu meneruskan pembangunan di Provinsi Jatim di segala bidang yang telah dirintis oleh Gubernur Jatim Dr H Soekarwo,
SH, MH, agar Provinsi Jatim bisa mengatasi kemiskinan, kesenjangan eknomi, menjaga stabilitas keamanan dan politik dan ancaman konflik horizontal serta ancaman lain dari dalam dan luar negeri terutama kehadiran tenaga kerja asing dari RRC yang berindikasi bisa mengancam  kedaulatan Negara. Dengan ini menyatakan:


  1. Siap memperjuangkan dan memenangkan dalam pemilukada 2018 Cagub dan Cawagub nomor urut 1, Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak, dengan kemenangan yang terhormat dan bermartabat.
  2. Menghimbau semua penerbitan pers cetak, TV, Online dan Radio bersama para jurnalisnya untuk meliput secara cerdas dan obyektif pasangan yang benar-benar
    memiliki kapabilitas mensejahterakan masyarakat Jawa Timur untuk meneruskan program-program, terutama pembangunan ekonomi dari Gubernur Dr. H Soekarwo SH,MH yaitu Jatimnomics. Mengingat konsep Jatimnomics program jihad ekonomi seorang Gubernur nasionalis-religius untuk mengatasi kesenjangan sosial dan ekonomi
    yang diakui sampai tingkat Nasional.
  3. Menghimbau untuk ikut melakukan kerja pemenangan dengan cara-cara yang tidak bertentangan dengan perundang-undangan.

Menang terhormat dengan kemenangan yang tinggi, tanpa harus merendahkan. Menang bermartabat dengan kemenangan yang besar tanpa harus mengecilkan. Menang terpuji dengan kemenangan yang diberkahi oleh Allah SWT.

Surabaya, 4 April 2018
Deklarator Wartawan Senior Jawa Timur
Dr. H. Tatang Istiawan, Drs. H. Cak Choirul Anam
dan Jalil Latuconsina.
(ud)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.