KIRAB : Situasi kirab Ancak Agung dan pengajian bersama (duta.co/heru)

SITUBONDO | duta.co – Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H, Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo menggelar tradisi Kirab Budaya Ancak Agung. Selain kirab budaya Ancak Agung, juga dilaksanakan doa bersama dan dzikir serta ceramah Agama Islam yang disampaikan KHR. Kholil Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo, Kamis (8/11/2019) malam.

Tradisi Kirab Budaya Ancak Agung yang dilepas oleh Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto SH didampingi Wakil Bupati Ir. H. Yoyok Mulyadi dan Ketua DPRD Situbondo Edi Wahyudi SE tersebut, diikuti 17 dinas, Kecamatan se Kabupaten Situbondo, desa, dan masyarakat umum yang membawa nasi tumpeng, untuk dimakan bersama di Alun-Alun Situbondo, setelah selesai doa dan pengajian.

Tradisi Kirab Budaya Ancak Agung yang dilaksanakan rutin tahunan, setiap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut, disaksikan ribuan masyarakat Situbondo yang datang dari berbagai sudut desa maupun kota. Masyarakat terlihat antusias menyaksikan kegiatan Kirab Budaya Ancak Agung yang dilepas bupati dari samping timur Gedung Bhayangkara Polres Situbondo hingga menuju ke Alun-Alun Situbondo.

Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto SH, saat memberikan sambutan pada pelepasan peserta Kirab Budaya Ancak Agung mengatakan bahwa, Kirab Budaya Ancak Agung dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1441 H yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo, merupakan kegiatan budaya masyarakat Situbondo yang kelestariannya harus dipertahankan.

“Tradisi Kirab Ancak Agung dilaksanakan oleh masyarakat Situbondo secara turun menurun. Agar tradisi kirab Budaya Ancak Agung ini tidak punah, maka Pemerintah Daerah Kabupaten Situbondo mengambil inisiatif untuk melaksanakan kirab budaya Ancak Agung setiap tahunnya,” kata Bupati Dadang.

Usai melakukan kirab Budaya Ancak Agung, sambung Bupati Dadang, dilaksanakan doa bersama dan pengajian untuk keselamatan masyarakat Situbondo agar terhindar dari berbagai permasalahan hidup yang dihadapinya. Serta doa untuk Bangsa Indonesia agar kedepanya negara dalam kondisi aman kondusif serta dapat mensejahterakan rakyatnya. “Warga meyakini dengan mendapatkan buah atau makanan khas dalam tumpeng yang telah di doakan oleh para kiai mendapatkan berkah,” ujarnya.

Ancakan ini, sambung Bupati Dadang, bukan semata-mata kegiatan seremonial saja, tapi didasarkan karena ingin memberikan rasa cinta untuk senantiasa menyambung dengan nabi besar Muhammad SAW.

“Tradisi ancakan atau kirab budaya Ancak Agung ini, diharapkan sebagai bahan dasar untuk memelihara iman dan taqwa kita kepada Allah SWT. Semoga  kegiatan ini bisa menjadi kebanggaan dan kebahagiaan bagi kita semua, karena di dalam kegiatan ancak Agung terdapat siar agama islam,” tuturnya.

Pantauan media ini, kirab budaya Ancak Agung yang membawa nasi tumpen dan buah-buah dan finis di Alun-Alun Situbondo itu, disambut meriah oleh ribuan masyarakat Kabupaten Situbondo. Saat berada di Alun-Alun Situbondo, ribuan masyarakat tersebut mengikuti shalawatan, doa bersama dengan para kiai dan mendengarkan ceramah agama Maulid Nabi Muhammad SAW yang disampai oleh KHR. Kholil Pengasuh Pondok Pesanteren Wali Songo Mimbaan, Panji, Situbondo. her

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry