KAMPANYE : Tim Morula IVF Surabaya bersama masyarakat luas menyosialisasikan tentang program-program untuk bisa mendapatkan keturunan berkualitas di ajang Car Free Day Raya Darmo Surabaya, Minggu (3/11). DUTA/endang

 Antisipasi Kualitas Menurun Saat Menikah di Usia Tak Lagi Muda

SURABAYA | duta.co – Bank jaringan sudah familiar di telinga di mana bank itu untuk menyimpan jaringan tubuh yang bermanfaat bagi kesehatan.

Kali ini ada X Banking yang fungsinya untuk menyimpan sperma dan sel telur seseorang.

Tujuannya, agar kualitas sperma dan sel telur itu tetap bagus dan bisa mendapatkan keturunan yang bagus pula.

Salah satu X Banking itu di Morula IVF Surabaya dan sembikan jaringannya di seluruh Indonesia.

Di tempat itu, sperma dan sel telur akan disimpan atau di-freezing hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

Dan ketika suatu saat pemiliknya ingin menggunakan karena ingin memiliki keturunan, sperma dan sel telur itu bisa dipakai.

Direktur Morula IVF Surabaya, Dr dr Amang Surya Priyanto mengatakan X Banking ini sebenarnya untuk membantu seseorang yang memiliki keturunan di saat kondisi sudah tidak memungkinkan. Contohnya adalah masalah usia.

Dengan semakin berkembangnya modernisasi banyak wanita dan pria yang menikah di atas usia 35 tahun. Di usia itu biasanya kualitas sperma dan sel telur mengalami penurunan.

Padahal untuk menghasilkan embrio yang berkualitas tentunya harus berasal dari sel telur dan sperma yang berkualitas pula.

Ketika usia pria dan wanita misalnya di usia di atas 30 tahun belum juga menikah, alangkah baiknya memeriksakan diri.

Di saat itu pulq bisa antisipasi untuk mengambil sperma dan sel telur untuk disimpan di X Banking.

“Antisipasi menikahnya sangat terlambat misalnya di usia 37 tahun. Di saat itu sudah ada cadangan sperma atau sel telur yang kualitasnya baik. Jadi punya keturunannya bisa baik. Kita bantu untuk kehamilan dengan bayi tabung,” jelas dr Amang di sela HUT ke-7 Morula di Car Free Day, Minggu (3/11).

Pengambilan sel telur atau sperma itu memang alangkah baik di rentang usia 20 hingga 30 tahun.

Karena kualitas sperma dan sel telur itu baik di rentang usia tersebut. Selain itu bagi wanita akan mendapatkan kehamilan yang sehat di rentang usia itu.

“Tapi kalau memang menikahnya terlambat ya setidaknya ada cadangan sperma dan sel telur yang berkualitas. Karena saat ini juga banyak penyakit-penyakit lain yang bisa mengancam kualitas sperma dan sel telur,” tukas dr Amang.

Tim Morula merayakan HUT ke-7 di Car Free Day Surabaya Darmo, Minggu (3/11). DUTA/endang

Hal ini yang coba disosialisasikan Morula IVF kepada masyarakat luas. Karena pemahaman seperti ini menjadi sebuah tantangan. Karena, ke depan bukan sekadar memiliki keturunan tapi harus keturunan yang berkualitas.

“Sudah banyak sekali alat canggih yang bisa mendeteksi kualitas sperma dan sel telur. Jadi semua bisa dibantu oleh tim ahli,” ungkap dr Amang yang menyebutkan biaya penyimpanan itu tidak lebih dari Rp 300 ribu per bulan.

Karena saat ini masalah kesuburan sudah mulai meningkat dari waktu ke waktu.

Setahun terakhir jumlahnya meningkat menjadi 20 persen. Yakni dari 100 pasangan usia subur, 20 pasangan mengalami masalah kesuburan.

Dari data yang ada, kata dr Amang, di Gerbangkertasusila, diprediksi jumlah penduduknya mencapai 6 juta orang. Dari jumlah itu, 60 persen adalah pasangan usia subur. Dan dari jumlah pasangan usia subur itu, 20 persen mengalami ketidaksuburan.

Dari jumlah pasangan yang mengalami ketidaksuburan itu, 10 persen bisa dibantu dengan bayi tabung. Namun, hanya 10 persen yang mampu mengeluarkan biaya untuk program bayi tabung tersebut.

“Kalau ditotal ada 300 pasangan yang mampu untuk program bayi tabung. Tapi, kemampuan klinik di Surabaya yang hanya berjumlah lima klinik, hanya mampu menangani 200 pasien. Sisanya kemana? Ya ke luar negeri, ya diam saja karena tidak punya pengetahuan tentang itu dan banyak lagi lainnya. Sebenarnya sayang kalau itu dibiarkan karena kami ini sudah mampu melakukannya,” jelas dr Amang. end

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry