PRODUK : Direksi PT Suparma Tbk melihat aneka produk perseroan usai public expose kinerja sampai 30 September 2024. (dok/duta.co)

SURABAYA | duta.co – Kinerja penjualan PT Suparma Tbk, perseroan yang bergerak dalam bidang usaha industri kertas dan kertas kemasan mengalami peningkatan tipis. Perusahaan ini memproduksi berbagai jenis kertas yang diklasifikasikan dalam 2 kelompok, yaitu Industrial Products (Kertas Industri) dan Consumer Products.

Hendro Luhur Direktur PT Suparma Tbk mengatakan meskipun harga jual rata-rata kertas selama sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2024 mengalami penurunan 3,5% menjadi Rp 11.939, namun kuantitas penjualan kertas meningkat 7.300 MT atau 4,6% menjadi 164.295 MT.

“Hal ini menyebabkan penjualan bersih kertas selama sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2024 masih mengalami sedikit peningkatan sebesar  Rp 19,3 miliar atau 1,0% menjadi Rp 1.961,5 miliar.”

Hendro menambahkan laba periode berjalan selama sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2024 mengalami penurunan sebesar Rp 28,9 miliar atau 20,1% menjadi Rp 114,9 miliar yang terutama disebabkan oleh peningkatan beban pokok penjualan sebesar Rp 46,2 miliar yang menyebabkan penurunan laba kotor sebesar Rp 36,6 miliar dan penurunan margin laba kotor menjadi 16,3% dari periode yang sama tahun lalu sebesar 18,2%.

“Saldo akhir kas dan bank pada tanggal 30 September 2024 mengalami penurunan sebesar 145,2 miliar dibandingkan saldo kas dan bank pada 31 Desember 2023 menjadi Rp 166,7 miliar. Penurunan tersebut terutama karena adanya pembayaran utang bank jangka panjang, sehingga saldo utang bank jangka panjang dari semula Rp 302,8 miliar menjadi Rp 157,6 miliar.”

Sementara jelas hendro Jumlah aset pada 30 September 2024 mengalami sedikit kenaikan Rp 26,5 miliar menjadi Rp 3.330,4 miliar atau meningkat 0,8% terutama disebabkan oleh naiknya persediaan sebesar Rp 149,6 miliar atau meningkat 18,1%. Kenaikan pada persediaan terjadi karena kenaikan bahan baku dan pembantu sebesar Rp 72 miliar dan barang dalam perjalanan sebesar Rp 55,6 miliar.

“Liabilitas pada 30 September 2024 menurun sebesar Rp 50,5 miliar menjadi Rp 934 miliar atau menurun 5,1% karena adanya penurunan liabilitas jangka panjang yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun – bank sebesar Rp 145,1 miliar atau turun 47,9%. Ekuitas pada 30 September 2024 mengalami peningkatan sebesar Rp 77 miliar menjadi Rp 2.396,4 miliar atau meningkat 3,3% terutama disebabkan adanya peningkatan saldo laba belum dicadangkan sebesar Rp 57 miliar atau 5,8%,” ujarnya.

Dalam paparan kinerja perseroan Hendro mengatakan peningkatan beban pokok penjualan disebabkan oleh naiknya pemakaian bahan baku, terutama meningkatnya kuantitas pemakaian bahan baku kertas bekas sekitar 29%. Penjualan bersih Perseroan selama periode sembilan bulan yang berakhir 30 September 2024 mengalami sedikit kenaikan sebesar 0,5% dibandingkan dengan penjualan bersih pada periode yang sama pada tahun 2023.

“Kenaikan penjualan bersih tersebut disebabkan oleh kenaikan kuantitas produk kertas sebesar 4,6%. Pencapaian ini setara dengan 72,7% dari target penjualan bersih Perseroan yang sebesar Rp 2.700 miliar. Sedangkan untuk pencapaian penjualan bersih selama periode sepuluh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Oktober 2024 adalah sebesar Rp 2.202 miliar dimana pencapaian ini setara dengan 81,6% dari target penjualan tahun 2024.”

Kuantitas penjualan kertas Perseroan mengalami peningkatan 4,6%, dari semula sebesar 156.995 MT menjadi 164.295 MT. Pencapaian ini setara dengan 73,1% dari target kuantitas penjualan kertas Perseroan yang sebesar 224.900 MT. Sedangkan pencapaian kuantitas penjualan kertas selama periode sepuluh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Oktober 2024 adalah sebesar 184.766 MT atau setara dengan 82,2% dari target kuantitas penjualan kertas tahun 2024.

Hasil produksi kertas Perseroan relatif tidak mengalami perubahan dari semula sebesar 163.248 MT menjadi 163.577 MT atau setara dengan 72,8% dari target produksi kertas tahun 2024 yang sebesar 224.700 MT, dengan target tingkat utilisasi sebesar 73,5%. Sedangkan pencapaian produksi kertas selama periode sepuluh bulan yang berakhir pada tanggal 31 Oktober 2024 adalah sebesar 184.240 MT atau setara dengan 82,0% dari target produksi kertas tahun 2024. Imm

Bagaimana reaksi anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry