
Caption foto : Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Sidoarjo Didi Prihadi Wibowo dalam rilis kinerja APBN, Rabu (25/6/25)(FT/LOETFI)
SIDOARJO | duta.co – Menjelang akhir Juni 2025, Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Sidoarjo merilis laporan kinerja pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Rabu (25/6/25). Kepala KPPN Sidoarjo, Didi Prihadi Wibowo, memaparkan capaian realisasi APBN di hadapan para stakeholder, tamu undangan, dan staf.
Didi menyampaikan, realisasi penerimaan hingga akhir Mei 2025 di wilayah Kabupaten Sidoarjo mencapai Rp6.637,09 miliar. Angka ini bersumber dari penerimaan perpajakan sebesar Rp6.399,15 miliar, yang terdiri dari Pajak Penghasilan (PPh) Rp2.241,41 miliar, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Rp777,37 miliar, Cukai Rp2.675,55 miliar, Pajak lainnya Rp553,68 miliar, dan Pajak Perdagangan Internasional Rp151,14 miliar.
Sementara itu, dari sektor Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat sebesar Rp237,95 miliar. Rinciannya, PNBP lainnya sebesar Rp205,00 miliar dari target Rp190,35 miliar (107,69%), dan pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) sebesar Rp32,95 miliar dari target Rp54,34 miliar (60,63%).
Dari sisi belanja negara, hingga akhir Mei 2025 telah terealisasi sebesar Rp3.139,17 miliar. Belanja tersebut terdiri dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp2.053,36 miliar atau 33,20% dari pagu, yang dialokasikan kepada 74 satuan kerja. Rinciannya antara lain belanja pegawai sebesar Rp1.419,40 miliar dari pagu Rp3.658,10 miliar (38,80%), belanja barang Rp224,70 miliar dari pagu Rp907,90 miliar (24,75%), dan belanja modal Rp409,24 miliar dari pagu Rp1.617,96 miliar (25,29%).
“Untuk belanja sosial dari pagu Rp0,05 miliar, telah terealisasi Rp0,02 miliar atau 47,39%,” jelas Didi.

Sementara itu, untuk belanja transfer ke daerah yang telah disalurkan sampai akhir Mei 2025 sebesar Rp1.085,81 miliar atau 43,03% dari pagu, terdiri dari:
Dana Bagi Hasil: Rp60,35 miliar dari pagu Rp221,32 miliar (25,03%)
Dana Alokasi Umum: Rp601,33 miliar dari pagu Rp1.326,56 miliar (45,33%)
Dana Alokasi Khusus Non-Fisik: Rp222,87 miliar dari pagu Rp591,97 miliar (37,65%)
Dana Desa: Rp194,03 miliar dari pagu Rp340,77 miliar (56,94%)
Dana Insentif Fiskal: Rp7,22 miliar dari pagu Rp14,43 miliar (50,03%)
Namun, hingga akhir Mei 2025, Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dari pagu Rp28,55 miliar belum menunjukkan realisasi penyaluran.
“Sampai dengan akhir Mei 2025, APBN di Kabupaten Sidoarjo masih mengalami surplus sebesar Rp3.497,94 miliar. Namun demikian, kegiatan yang dialokasikan melalui DAK Fisik perlu segera diakselerasi karena hingga saat ini belum ada penyaluran,” tutup Didi. (loe)





































