Pelantikan pengurus baru PCNU Kabupaten Kediri di Ponpes Salafiyah (M. Isnan)

KEDIRI | duta.co – Pelantikan dan Musyawarah Kerja Cabang PCNU Kabupaten Kediri periode 2018-2013 diadakan di Pondok Pesantren Salafiyah, Desa Kapu, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri, Minggu (4/3/2018).

Hadir Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, PCNU Kota Kediri, Forpimda, Bupati Kediri, KH Anwar Iskandar, Pengasuh Ponpes Assalafiyah Kapu KH Ahmad Najmuddin, beserta alim ulama.

Usai melantik, Ketua PWNU Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah dalam kata sambutannya menyinggung tentang mulai memanas musim politik. Alasannya, banyak kader NU berperan dalam percaturan Pilkada dan hadir di lokasi ini.

“Aroma tim sukses dan partai sangat menyengat. Namun siapa pun, saya minta untuk mencopot seluruh baju partai dan niat kampanye. Mari kita luruskan niat di sini semua hadir murni karena darah NU,” jelasnya.

Tugas PCNU adalah merupakan perpanjangan tangan dari tingkat atasnya, dalam hal ini NU Wilayah Jawa Timur. Agar semua kegiatan cita-cita NU tercapai.

NU ini pemiliknya adalah ulama wa auliyaillahi ta’ala wa ala ‘ibadillahi assholihin, sehingga berkah dan karomah semakin terasa.

“NU sudah menjadi elemen vital di Indonesia ini. untuk itu betul apa yang dikata Gus Ma’mun tadi, menjadi pengurus NU itu hanyalah untuk mencari berkahnya hidup,” kata Ketua PWNU ini.

Yang perlu diingat bahwa basis sosial NU yaitu masalah wong cilik. Jika ada pengangguran, kemiskinan, kelaparan, gelandangan, selaku ketua wilayah menghimbau kepada PCNU Kediri harus hadir dalam mengatasi persoalan sosial yang ada di sini. Yaitu wong cilik, kalau tidak, NU tidak akan merebah dan menyentuh hati ke seluruh antero jagad raya.

Sehebat apapun inovasi-inovasi yang diciptakan PCNU, namun ketika basis sosial ini tak diurus, maka pondasi NU akan runtuh. Untuk itu, para Penyandang Masyalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) termasuk gelandangan, pengemis, pemulung, fuqoro, masakin, pengangguran, ini menjadi tanggung jawab NU.

“Perkuat potensi MWC dan Ranting NU. Sebab saat ini sudah banyak sekali pihak yang mulai menggerogoti NU dari bawah,” kata Kiai Mutawakkil.

Sebagai ketua pengurus di tingkat cabang NU Kabupaten Kediri yang baru, KH Ma’mun Djazuli mengatakan, bahwa, organisasi kiai ini akan menfokuskan gerakannya pada 3 hal pokok di lingkungan kepengurusannya.

“Ke depan PCNU Kabupaten Kediri akan fokus pada penguatan aqidah, pengayaan ilmu, kemandirian ekonomi. Kami mohon do’a restu juga kepada para kliai agar kami dapat mengemban amanah ini dengan baik,” katanya.

Pengajian, pengayaan ilmu, katanya, terus kita galakkan. Langsung dimotori oleh adik- adik Rijalul Ansor. Kantor kita masih di wilayah kota madya, semoga ini bermanfaat dan terus mengalir.

Perlu diketahui, dalam hal ekonomi, PCNU Kabupaten Kediri telah mendirikan mini market Nusantara Mart yang dirilis pada Januari lalu. Pihaknya merencanakan akan mendirikan 5 mini market setiap tahun dengan memberdayakan ekonomi masyarakat nahdliyin.

“Kemarin, kita sudah bisa mendirikan Nusantara Mart di Kecamatan Puncu. Ini tak lain untuk menjadikan NU mandiri secara ekonomi. Orang NU kalau kompak sudah luar biasa,” tandasnya.

Menurutnya, NU tanpa ketua dan pengurusnya, tetap jalan dan rutinan tetap ada. “Tapi kita semua menjadi pengurus dalam rangka berkhidmah. Jadi, bukan NU yang butuh kita, namun kita yang butuh NU untuk mencari berkah dari para pendirinya,” pungkas Gus Ma’mun.(ian/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry