JAKARTA | duta.co – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mengaku tidak mengetahui keberadaan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab saat ini. Kiai Ma’aruf juga mengaku tidak menjalin komunikasi dengan pentolan FPI tersebut, termasuk soal panggilan penyidik kepolisian dalam perkara pornografi.

“Itu urusan polisi. Saya enggak tahu persis,” kata Kiai Ma’ruf saat ditemui usai menghadiri acara Wisuda Pendidikan Kader Muballigh (PKM) Koordinasi Dakwah Islam (KODI) Provinsi DKI Jakarta Angkatan XXIII Tahun 2016 dan Studium General Angkatan XXIV Tahun 2017 di Balai Kota, Rabu, 17 Mei 2017.

Kiai Ma’ruf sendiri tidak mengetahui perkara Rizieq yang tengah ditangani oleh kepolisian. Sehingga, dia tidak mengetahui alasan mengapa Rizieq meninggalkan Indonesia atau pun alasan kepolisian terus memburu Rizieq. Kiai Ma’ruf juga enggan mengomentari soal sikap Rizieq yang dianggap mangkir.

“Itu yang saya tidak tahu masalahnya apa. Yang tahu polisi. Kenapa Rizieq enggak pulang yang tahu ya Rizieq. Jadi, kalo saya yang menilai, saya takut saya salah menilai,” ujar Kiai Ma’ruf.

Meski begitu, Kiai Ma’ruf mengatakan sebagai warga negara yang baik, Rizieq sudah seharusnya mematuhi hukum yang berlaku di negeri ini. “Sebagai negara hukum kita harus mematuhi pada proses hukum,” ujar Kiai Ma’ruf.

Rizieq Shihab kembali mangkir dari panggilan ketiga penyidik Kepolisian Daerah Metro Jaya terkait beredarnya transkrip percakapan pribadi yang diduga dilakukan Rizieq dengan Firza Husein dalam dunia maya pada Selasa, 16 Mei 2017. Menurut informasi yang beredar, Rizieq diketahui sedang berada di Arab Saudi. Pria ini sebenarnya sudah mau pulang ke Indonesia Sabtu lalu tapi kkarena merasa diperlakukan tak adil dia yang sudah di Kuala Lumpur balik ke Arab Saudi.

Atas kasus yang menjerat Rizieq, Kiai Ma’ruf tidak mau banyak komentar. Ia juga tidak mau menilai apakah ada unsur kriminalisasi terhadap pimpinan FPI itu.

“Ya, itu yang saya enggak tahu, masalahnya apa, kasusnya apa. Benar atau tidak. Apa kriminalisasi atau bukan. Saya enggak tahu persis. Kalau bilang kriminalisasi nanti bukan, kalau dibilang bukan nanti kriminalisasi. Saya secara utuh enggak tahu,” ujar Ma’ruf. *tmp, hud

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.