Jokowi dan Kiai Ma'ruf dalam sebuah acara. (FT/IST)
SURABAYA | duta.co – Beredar luas video melalui pesan instan Whatsapp (WA) berisi calon wakil presiden nomor urut 01, KH Ma’ruf Amin, akan naik menjadi presiden menggantikan Jokowi. Hal itu terjadi bila Jokowi meninggal dunia. Lo kok bisa? Ya, itu kata Kiai Ma’ruf seperti dalam tayangan video tersebut.
Penyebaran video via WA itu sendiri disertai kalimat: “Simak kampanye Mbah M’aruf di bawah ini…”Kalau Jokowi mati duluan, maka saya menjadi Presiden.Dan ndak mungkin Ahok jadi presiden…”
Awalnya, seperti dikutip dari isi video tersebut, Kiai Ma’ruf menepis hoaks atau berita bohong soal dirinya akan diganti oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai cawapres di pemilihan presiden 2019. Alasan yang beredar, Ahok selama ini sangat dekat dengan Jokowi. Namun bagi Kiai Ma’ruf, kabar itu hoaks karena tidak mungkin terjadi.
Kiai Ma’ruf mengakui bahwa banyak hoaks ‘berseliweran’ menjelang Pilpres. Satu di antaranya hoaks mengenai dirinya dijadikan alat politik menjadi pendamping calon presiden 01 Joko Widodo (Jokowi).
“Emang pacul apa saya? Sebagai alat,” kata Kiai Ma’ruf saat bersilaturahmi dengan warga Purworejo di Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan, Purworejo, Jawa Tengah, Selasa (26/3/2019) lalu.
Selanjutnya, Kiai Ma’ruf juga membantah hoaks mengenai dia bakal diganti oleh Ahok di Pilpres. Dia berpandangan, hal itu tidak mudah sebab harus melalui mekanisme pergantian cawapres. Apalagi Ahok juga terpidana kasus penodaan agama, sehingga tidak memenuhi kualifikasi.
“Ma’ruf Amin sudah tua, katanya mau diganti Ahok. Orang ganti itu ada mekanismenya, ada sistemnya, alias tidak mudah. Apalagi Ahok sudah pernah dipenjara. Tidak mungkin jadi wakil presiden,” tuturnya.
Kiai Ma’ruf pun mengecam penyebar hoaks tersebut. “Akalnya ke mana ente? Kok belo’onnya tidak habis-habis,” ucapnya.
Kiai Ma’ruf merasa tidak habis pikir, dengan informasi mengenai dirinya sudah tua, dan akan meninggal dunia tidak lama lagi. “Soal tua-muda dan mati itu urusan Allah. Kalau saya yang mati duluan ya ganti. Tapi kalau Pak Jokowi yang mati duluan, ya saya yang naik jadi presiden,” katanya.
Dia juga mengungkit adanya orang yang menganggapnya sudah tua. “Ma’ruf Amin kan sudah tua. Siapa bilang saya muda. Tidak ada. Semua orang juga tahu. Istrinya yang muda katanya, he-he,” seloroh Kiai Ma’ruf.
“Jadi isu-isu ini fitnah. Oleh karena itu kita, Insya Allah masyarakat tidak akan tertipu, terprovokasi,” sambungnya.(wis/rof)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.