Surat Terbuka, YM dan TGB (ft/redaksiindonesia)

SURABAYA | duta.co – Pilpres 2019 yang dinilai penuh kecurangan dan intimidasi ini, ternyata, ikut membuat gelisah pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MU) Kota Sorong. Karena dalam kontestasi Pilpres kali ini, ada nama KH Ma’ruf Amin, yang notabene Ketua Umum (nonaktif) MUI sebagai Cawapres Jokowi.

Sampai Selasa (23/4/2019) pagi, masih beredar luas surat terbuka MUI Kota Sorong yang ditujukan kepada Prof Dr KH Ma’ruf Amin.

“Mengamati perkembangan hasil Pemilu dan khususnya pemilihan presiden yang mempertontonkan kecurangan, intimidasi, penghilangan serta pengrusakan kotak serta surat suara yang terjadi merata di seluruh Indonesia, maka, kami dengan rendah hati ingin mengingatkan kepada kiai yang mulia,” demikian bunyi awal surat, tertanggal 22 April 2019 yang diteken HA Abdul Manan Fakaubun (ketua) dan Agung Sibela, SAg selaku sekretaris.

Ajak TGB, YM dan YIM

Surat terbuka berkop MUI Sorong dengan nomor 060/A/MUI-KS/IV/1440H ini, juga menyertakan empat pengingat. “Pertama, sebagai ulama dan tokoh umat, kami mohon agar Bapak mengambil sikap atas kezholiman yang dibuat oleh Tim 01, dengan berbagai macam bentuk kecurangan tersebut. Kalau tidak, kami sangat khawatir datangnya Murka Allah bagi rakyat Indonesia,” tulisnya.

Kedua, lanjutnya, kalaupun Bapak Jokowi bersama Bapak Kiai menang dalam perhelatan ini, haruskah (menang red.) dengan cara-cara curang yang tidak bermartabat dan sangat bertentangan dengan syariat Islam.

Ketiga, untuk menghindari dosa yang lebih besar, maka, sebaiknya Bapak Kiai yang terhormat mengundurkan diri sebagai bentuk jiwa ksatria seorang muslim sejati, jangan ikut dengan orang lain. Karena kata Nabi SAW sebagaimana hadits yang sering Bapak sampaikan bahwa, “Barang siapa yang mengikuti suatu kaum, maka dia sama dengan kaum itu. Kami tidak rela bila bapak akan digolongkan dengan mereka pelaku kecurangan tersebut,” jelasnya.

Terakhir, “Bila Bapak mundur tolong ajak juga TGB (barangkali maksudnya Tuan Guru Bajang red), YM (Yusuf Manshur Red)  & YIM (Yusril Ihza Mahendra red.) Kami Sayang Bapak ustadz yang mulai,” tegasnya.

Sampai berita ini diunggah, duta.co belum berhasil konfirmasi dengan Ketua MUI Sorong. Tetapi, menurut salah seorang pengurus MUI, surat tersebut benar adanya. “Saya sudah tabayyun, dan benar,” jelasnya kepada duta.co. (mky)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.