KHR. Akhmad Azaim Ibrahimy (duta.co/heru)

SITUBONDO | duta.co – Imbauan tentang larangan mengucapan salam agama lain dalam sambutan-sambutan resmi yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia Jawa Timur dengan surat edaran nomor 110/MUI/JTM/2019, ditandatangani Ketua MUI Jatim, KH. Abdusshomad Buchori dan Sekretaris Umum Ainul Yaqin, mendapat tanggapan dari beberapa kalangan masyarakat dan KHR Ahmad Azaim Ibrahimy pengasuh Ponpes Salafiyah Safi’iyah Sukorejo, Banyuputih, Situbondo.

Di dalam isi surat edaran tersebut menyebutkan, bahwa mengucapkan salam semua agama pada kegiatan apa pun harus dihindari oleh Umat Islam. Karena mengucapkan salam semua agama, merupakan sesuatu yang bidah, yang mengandung nilai syuhbat.

KHR Ahmad Azaim Ibrahimy, pengasuh Ponpes Salafiyah Safi’iyah Sukorejo, Banyuputih, Situbondo menjelaskan, fenomena larangan salam menggunakan bahasa salam dari agama lain tidak hanya terjadi di tingkat lokal Jawa Timur saja, namun juga terjadi di peta dunia ke-ulamaan.

“Di peta dunia ke-ulamaan pun mereka terbagi dua kelompok,” jelas KHR. Ahmad Azaim Ibrahimy usai memimpin Shalawat Bhenning, Minggu (24/11/2019) dini hari.

Kiai Kharismatik ini menjelaskan bahwa, kelompok pertama yaitu mereka yang sangat berhati-hati menyelamatkan masyarakat awam supaya terhindar atau tidak mudah terjatuh dalam kekufuran. Sedangkan kelompok kedua, yaitu mereka yang memahami teks maupun konteks persoalan, sehingga dapat memudahkan untuk menggunakan salam agama lain.

Kesimpulannya, sambung KHR Azaim, ada dua opsi bagi umat Islam untuk menggunakan salam agama lain, yakni, pemberi salam (umat Islam) yang memahami agama dengan baik, mengetahui situasi dan kondisi yang didasarkan pada keilmuan yang dimiliki. Namun, bagi orang awam, sebaiknya tidak mengucapkan salam menggunakan agama lain.

Sekedar informasi sebelumnya, Majlis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur, mengeluarkan surat himbauan nomor 110/MUI/JTM/2019 yang mengimbau agar seluruh umat Islam dan para pejabat maupun pemangku kebijakan, untuk menghindari pengucapan salam menggunakan salam agama lain saat memberikan sambutan dalam acara resmi. Her

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry