BAROKAH : Acara Khotmil Qur’an digelar di Pendopo Kabupaten Kediri (istimewa/duta.co)

KEDIRI|duta.co – Terdapat pernyataan menarik disampaikan Hanindhito Himawan Pramana, Bupati Kediri saat menutup rangkaian acara Khotmil Qur’an bertempat di Pendopo Kabupaten, pada Rabu (10/03) malam. Dihadapan para pengasuh pondok pesantren, tokoh ulama dan Gawagis menyampaikan, bahwa sebagian besar keputusan terkait pemerintahannya akan diambil di pendopo.

Berniat membuka lembaran baru, hadir dalam acara di atas, Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa, Sekda Dede Sujana, KH. An’im Falahudin Mahrus, KH. Umar Faruq serta sejumlah ulama sepuh. “Saya, mbak wabup dan Pak Sekda berinisiasi untuk membuka pemerintahan baru dengan Khotmil Qur’an. Karena saya harus akui, keputusan pemerintahan daerah Kabupaten Kediri kebanyakan nanti akan diambil di dalam pendopo ini,” terang Mas Bup.

Tentunya ini akan menjadi sejarah baru, bila sebelumnya segala bentuk keputusan diambil bupati, mulai dari pembahasan bertempat di Kantor Bupati berada Jl. Soekarno Hatta Katang. “Lalu kedua, memang tidak bisa dipungkiri dalam proses perjalanan sampai hari ini banyak sekali hal yang saya dapatkan.  Salah satu contohnya ini harus saya sampaikan, saat saya memutuskan dengan Mbak Wabup, guru madin harus mendapatkan insentif setiap bulannya. Sekarang teknisnya sedang kita kaji supaya bisa langsung diterima kepada guru – guru Madin,” jelas Bupati termuda se – Indonesia ini.

Para Ulama Titipkan Kabupaten Kediri

BAROKAH : Acara Khotmil Qur’an digelar di Pendopo Kabupaten Kediri (istimewa/duta.co)

Kenangan menerima amplop berisi uang Rp. 50 ribu, hingga kini masih dikenang Mas Bup. Kemudian dalam hati kecilnya memutuskan, bila ditakdirkan memimpin Kabupaten Kediri, kesejahteraan Guru Madin untuk diperhatikan. Selain itu, Mas Bup menyampaikan selalu membuka ruang untuk diskusi demi kemajuan daerah ini.

“Lalu nanti adanya bandara pasti ada dampak sosial, saya maksut adalah mau tidak mau pasti wisatawan akan datang maka akan ada yang disebut kehidupan dunia malam. Nah ini yang harus kita batasi, makanya saya dan Mbak Wabup akan terus dekat dan berdiskusi dengan tokoh agama supaya dampak sosial ini bisa di antisipasi. Diantaranya dengan Khotmil Qur’an nanti kita agendakan secara rutin,” terangnya.

Mewakili ulama, KH. Nasir Badrus dalam sambutannya berharap agar pendopo ini dijadikan pusat Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). “Secara pribadi saya titip Kabupaten Kediri agar tidak kalah dengan kabupaten dan kota lainnya. Terima kasih telah memikirkan intensif untuk guru madin. Kita hanya berdoa, Kediri menjadi lebih baik dan selalu mencintai ulama. Semoga ditata dan diberi kekuatan oleh Allah. Pendopo sudah lama tidak digunakan untuk pondok. Saya berkeinginan acara Maulid Nabi, Nuzulul Qur’an dan lainnya digelar di pendopo ini,” ungkapnya.

Gus An’im sapaan akrab KH. An’im Falahudin Mahrus, Pengasuh Ponpes Lirboyo melihat pasangan Mas Bup dan Mbak Wabup ini merupakan kaum muda yang mempunyai semangat tinggi. Dikonfirmasi usai hadiri acara, berharap ke depanya Kabupaten Kediri akan jauh lebih maju.

“Masyarakat di  Kabupaten Kediri berharap semoga cepat berkembang dan sejahtera. Saya sangat mengapresiasi kinerja Mas Dhito dan Mbak Dewi telah memulai kepemimpinan dengan mengadakan Khotmil Qur’an bersama para masyayikh dan pengasuh Ponpes se – Kabupaten Kediri,” terang Gus An’im, merupakan Anggota DPR RI Dapil VI dari Fraksi PKB (kin/nng)

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry