Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyambangi anak-anak yatim di Pondok Pesantren Millenium, Tenggulunan, Kecamatan Candi Sidoarjo, Selasa (13/3/2018).

SIDOARJO | duta.co — Ada Khofifah Indar Parawansa kecil di Sidoarjo. Tidak hanya itu, Khofifah berkumpul dengan sejumlah nama-nama terkenal lainnya. Ada Jokowi, Prabowo, Megawati, Hasyim Muzadi, SBY, Yatsir Arafat, Syahrini dan beberapa tokoh lainnya.

Bukan tokoh sebenarnya, nama-nama ini merupakan nama dari anak-anak yatim piatu yang diasuh di Pondok Pesantren Millenium, Tenggulunan, Kecamatan Candi Sidoarjo.

Khofifah sudah kesekian kalinya menyambangi ponpes anak yatim yang diberi nama-nama tokoh di Indonesia tersebut. Mulai sebelum jadi Menteri Sosial RI sampai sekarang.

“Saya ingat betul, delapan tahun yang lalu saya ke sini. Khofifah junior ditinggalkan ibunya begitu saja, dan akhirnya diserahkan ke sini, lalu diberi nama yang sama. Mungkin karena kebetulan saya ke sini,” ujar Calon Gubernur Jatim nomor 1 Khofifah Indar Parawansa, Selasa (13/3/2018).

Gadis kecil yang sejak lahir ditinggalkan ibunya tersebut, kini mulai tumbuh. Dia sudah duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar di kawasan Khurioan Nirwana Village.

“Alhamdulillah, semoga mereka semua menjadi orang-orang yang sukses sesuai nama yang diberikan kepada mereka,” ujarnya.

Mereka, lanjut Khofifah, terlahir sebagai anak yang tak diinginkan. Andaikan mereka bisa memilih, mungkin mereka akan memilih terlahir sebagai anak yang diinginkan orang tuanya.

“Itulah alasannya, kenapa mereka diberi nama-nama tokoh yang ada di Indonesia. Agar mereka tegar dalam menjalani hidup. Di sini, mereka diasuh, diberi pendidikan, diajari Alqur’an, dan diberi bekal akhlaqul karimah untuk menjadi orang yang baik untuk masa depan mereka,” ucap Khofifah seraya meneteskan air mata.

Saat menjadi Menteri Sosial RI, pihaknya sudah memperjuangkan anak yatim ini dan mendatangkan direktur anak ke ponpes tersebut. Alasannya, agar mereka bisa tercatat sebagai warga negara Indonesia. Namun, saat ini masih terkendala.

“Mereka ini unregister people, unwanted children, kehamilan yang tak diinginkan. Mereka harus punya warga negara, mereka harus terpenuhi hak dasarnya, yakni akta kelahiran. Maka dari itu, mari kita bersama-sama, terutama pemerintah setempat (dispendukcapil) untuk mencari solusi terbaik buat mereka,” terangnya.

Di tengah-tengah pertemuannya dengan sejumlah nama tokoh di Indonesia, Khofifah merasa terharu saat Ja’far (9) melantunkan ayat suci Alquran surat Ar-Rahman juz 27. Lantunan bacaan Alquran yang bagus nan indah tersebut sempat membuat Khofifah meneteskan air mata.

“Surat Ar-Rahman itu artinya kasih sayang. Ada harapan terbesar dari anak-anak ini untuk mendapatkan kasih sayang lebih semenjak ditinggal orang tuanya. Semoga ke depannya mereka menjadi anak yang shalih-shalihah,” harapnya.

Dirinya mengharapkan agar masalah akta yang dari dulu ia dengar, agar cepat bisa terselesaikan.

Sementara itu, pengasuh pondok pesantren Millinium, M Choirul Sholeh Efendi mengatakan memang masalah akta menjadi satu masalah tersendiri.

“Kami terkendala masalah asal-usul mereka saat mengurus, karena anak-anak di sini ditemukan di sampah atau diterlantarkan,” jelas M Choirul Sholeh Efendi.

Hal itu karena, kata Sholeh Efendi, saat mengurus akta kelahiran anak-anak, saat ditanya mengenai asal usul, mereka juga tidak tahu asal usul dari anak tersebut.

Seperti yang diketahui, pondok yang berdiri sejak tahun 1989 tersebut merawat anak-anak terlantar yang dibuang dan diasuh oleh pendiri sekaligus pengasuh pondok pesantren Millinium, M Choirul Sholeh Efendi. Total sekitar 225 anak-anak yang dirawat oleh 17 perawat. (zal)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.