JAMIN TERCUKUPI: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjamin kebutuhan oksigen tercukupi, jika ada kekurangan pada tabung atau silinder. Belum lagi, belum tahu mereka membutuhkan oksigen akan akses langsung. Duta/Agoes Basoeki

 MADIUN | duta.co  Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan vaksin dan PT Samator Gas Industri (SGI) penyedia oksigen di Desa Kertobanyon, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun. Lokasi vaksin ditinjau di RT 1/RW 1 Desa Kertobanyon, PT SGI bersebelahan Balai Desa Kertobanyon.

       “Saya akui, akhir-akhir ini ada lonjakan permintaan oksigen, seiring naiknya terkonfirmasi positif Covid-19. Seiring itu, penyedia oksigen untuk industri diminta pemerintah menjadi 100% untuk memenuhi kebutuhan medis sejak 3 hari lalu,” ujarnya.

       Menurutnya jika selama ini penyedia oksigen mengambil silinder ke Rumah Sakit (RS), lalu dikirim kembali ke RS. Namun, kini kondisi berbeda, pihak RS mengambil silinder dari penyedia oksigen. Pro aktif pihak RS, mengantar dan mengambil sendiri silinder ke penyedia oksigen.

         Sedangkan, PT SGI di Kabupaten Madiun ini untuk memenuhi kebutuhan se Mataraman, diminta RS jika merasa kewalahan bisa meminta bantuan ke Polres, Polres Kota, Kodim dan pemerintah setempat. Sebab, kondisi RS saat ini sepertinya kewalahan menghadapi lonjakan kasus positif Covid-19.

      Ia meminta, jika pihak RS merasa kewalahan atau keterbatasan armada, bisa minta tolong ke pemerintah setempat hingga aparat untuk mengambil oksigen atau silinder  ke penyedia. Agar kebutuhan oksigen bisa dipenuhi secara kontinyu, sehingga kebutuhan pasien terpenuhi.

        “Sesuai koordinasi saya dengan Pak Kapolda, Pak Pangdam dan jajaran lainnya. Pak Bupati, Pak Kapolres, Pak Dandim, Pak Kajari tolong RS dibantu,” ujar mantan Mensos ini, disambut “siap” jajaran Forkompinda Kabupaten Madiun hadir.

        Jika ada kekurangan, tambahnya, berupa silinder atau tabung, tengah diadakan pemerintah. Sejumlah penyedia oksigen mengaku per hari bisa melayani 600 silinder atau tabung kapasitas 6 meter kubik.

     “Tapi, 2 hari lalu masih mencapai 300 meter kubik, artinya bisa dilipat gandakan. Semua itu terjadi (kelangkaan oksigen), karena belum ada terkonfirmasi bisa mengakses kebutuhan oksigen secara langsung. Saat ini tidak bisa menunggu dari penyedia oksigen, tapi mereka membutuhkan diminta pro aktif,” tandasnya.

      Terpisah, Bupati Madiun mengatakan pihaknya bersama Forkompinda menyepakati, guna memantau distribusi oksigen di PT SGI ini, sudah menempatkan aparat terkait dari kecamatan, polsek dan Koramil guna mengantisipasi penimbunan atau penjualan tabung gas secara gelap.

        Kapolres Madiun menyatakan masyarakat akan membeli tabung gas mohon dimengerti, pihaknya menindak tegas secara hukum jika ada masyarakat melakukan penimbunan tabung gas oksigen. “Karena diutamakan saat ini untuk kebutuhan medis penanganan Covid-19,” tandasnya. ags

 

Bagaimana Reaksi Anda?
Like
Love
Haha
Wow
Sad
Angry